Menu

Ini Sosok Pendiri Taliban Pengusir Amerika Serikat dari Kabul: Orang yang Dikejar Selama-lamanya

Rizka 16 Aug 2021, 09:55
google
google

RIAU24.COM -   Taliban telah memberontak melawan misi militer asing pimpinan Amerika di Afghanistan.

Pejuang Taliban juga mengambil alih ibukota Afghanistan Kabul. Mereka juga telah menguasai istana kepresidenan, setelah presiden negara itu Ashraf Ghani melarikan diri ke Tajikistan.

Melalui akun resmi salah satu unit Taliban mereka membagikan foto-foto menenai interior Istana Presiden yang tampaknya utuh, tetapi kosong dan ditinggalkan oleh pejabat Afghanistan. Sebuah video yang diposting di media sosial beberapa jam sebelumnya juga menunjukkan hal serupa. Para pejuang tiba di Istana Kepresidenan di Kabul.

Bagi AS, inilah kenyataan pahit setelah berperang di Afghanistan selama 20 tahun. Hasilnya ternyata nol besar. Kenyataan memalukan ini seperti mengulang kekalahan Amerika di Vietnam pada 1975. Pada waktu itu pasukan Amerika terusir dari Saigon.

Bagi pemerhati 'Perang Melawan Teror' yang dilancarkan AS dengan menyerang Afghanistan pasti tidak pernah lupa nama Mullah Omar. Lewat dialah nama Taliban eksis. Nama dia mulai muncul pada tahun 2001, dan ini bertepatan dengan saat AS dan NATO mulai menjatuhkan ratusan ribu ton bom ke sekujur Afghanistan. Semenjak itulah sosok Mullah Omar menghiasi halaman surat kabar AS dan negara-negara Barat hampir setiap hari.

Mullah Omar adalah satu dari dua nama yang diburu untuk dibom. Nama lainnya adalah Osama bin Laden, pemimpin Al Qaeda

Tahun-tahun berikut, setelah AS dan sekutunya menerjunkan pasukan ke Afghanistan, nama Mullah Omar seolah lenyap. Fokus AS hanya pada satu nama; Osama bin Laden, sebagai orang yang dikejar selama-lamanya.

Namun hingga kini tidak ada yang tahu ke mana Mullah Omar berada. Kabar kematiannya tak pernah dikonfirmasi. Ini karena AS tak punya akses ke lingkaran dalam Taliban dan orang-orang dekat Mullah Omar.

Dan sekarang pun sebagian orang di Timur Tengah sedang mencoba mengembalikan ingatan tentang Mullah Omar. Arab News, misalnya, menurunkan tulisan Owais Tohid tentang pengalamannya menyaksikan Afghanistan era Perang Saudara dan kemunculan Mullah Omar dari sebuah madrasah di pinggir Kandahar.

"Taliban mengandalkan ulama untuk menerapkan hukum Syariah di tanah Allah ini," kata Mullah Omar, saat kerumunan misi bersenjata menerikan perang."Generasi baru harus dilatih. Tugas kita adalah menggunakan kekuatan, mengambil senjata. Misi kita harus terpenuhi," lanjut Mullah Omar.

Taliban, kata yang digunakan Mullah Omar untuk menyebut pengikutnya, berasal dari kata 'talib' yang artinya siswa. Taliban adalah kata jamak dari talib.

Prajurit Taliban berasal dari madrasah-madrasah di sekujur Afghanistan, yang menyambut gerakan Mullah Omar. Dalam pemahaman Mullah Omar, guru madrasah dan para ulama adalah penjaga ideologi, dan siswa adalah tentara masa depan.

Tidak sulit menjelaskan bagaimana Taliban dan Mullah Omar hanya butuh waktu singkat untuk mendapat tempat di hati rakyat Afghanistan.