Masjid Turki yang Dibangun di Prancis Dapat Kiriman Ancaman, Peringatkan Serangan Besar-besaran akan Terjadi

Sabtu, 09 Oktober 2021 | 20:54 WIB
DS DS

RIAU24.COM - Masjid terbesar di Eropa yang sedang dibangun di kota Strasbourg Prancis menerima surat termasuk ancaman pembunuhan dan penghinaan.

Masjid Eyüp Sultan, yang saat ini sedang dibangun oleh Konfederasi Islam Milli Görüş (CIMG), menerima surat itu pada Rabu (6/10).
Baca Juga: Video Buaya Besar Menyerang Seorang Perenang dan Menggigit Lengannya, Jadi Viral di Twitter


Surat anonim, berjudul "Deklarasi Perang" mengklaim bahwa tidak ada ruang bagi Islam di Prancis dan bahwa umat Islam yang tinggal di negara itu harus memilih antara agama mereka atau Prancis.

"Tentu saja mayoritas jemaah Anda akan memilih Islam. Lalu mengapa Anda masih di Prancis?" bunyi surat itu.

Surat itu juga memperingatkan umat Islam untuk bersiap menghadapi "serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap masjid-masjid di negara itu.
Baca Juga: Pria Merencanakan Kematiannya Sendiri Untuk Mendapatkan Uang Hingga Miliaran Rupiah, Menggunakan Cobra Sebagai Senjata Pembunuhan

Eyüp ahin, ketua CIMG di Prancis Timur, mengatakan kepada Anadolu Agency (AA) bahwa mereka sebelumnya telah menerima ancaman seperti itu, dan terjadi lonjakan ancaman terhadap Muslim dan masjid di Eropa.

"Ancaman seperti itu terjadi di seluruh Eropa. Semua Muslim menerima ancaman seperti itu, tapi saya yakin kompleks ini mendapat perhatian lebih karena ini adalah yang terbesar dari jenisnya di Eropa dan para pelaku ingin membuat suara mereka didengar," kata ahin. 

Dia mencatat bahwa mereka telah memberi tahu polisi dan otoritas terkait surat itu.

Masjid yang terletak di Prancis timur itu akan memungkinkan ribuan Muslim yang tinggal di kota-kota Jerman dan Swiss terdekat untuk datang dan beribadah dan diharapkan akan selesai pada akhir tahun. 

Mesjid itu memiliki kapasitas untuk menampung 2.500 orang di dalam ruangan dan 5.000 di dalam dan di luar ruangan. Juga akan ada museum tentang sejarah umat Islam di Prancis, serta pusat penelitian, perpustakaan, restoran. 

PenulisR24/ame


Loading...

Terpopuler

Loading...