PBB Khawatirkan Kekejaman Massal yang Terjadi di Myanmar Utara
Foto : Aljazeera
Pada hari Senin, kepala militer Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing mengumumkan pembebasan lebih dari 5.000 orang yang dipenjara karena memprotes kudeta.
Langkah itu dilakukan hanya beberapa hari setelah Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) memberikan penghinaan besar kepada rezim militer dengan mengecualikan kepalanya dari pertemuan puncak blok 10 negara yang akan datang.
Baca juga: Pesawat Jet Kepala Militer Libya Jatuh, Inilah yang Berhasil Dievakuasi oleh Pihak Berwenang
zxc2