Inilah Negara-negara yang Paling Tidak Aman Untuk Ditinggali Wanita

Minggu, 09 Januari 2022 | 22:40 WIB
ilustrasi ilustrasi

RIAU24.COM - Di seluruh dunia, perempuan mengalami diskriminasi dan segala jenis kekerasan, termasuk pemerkosaan, kekerasan seksual, pengangguran, dan kurangnya akses ke peluang kepemimpinan. 

Perempuan juga lebih rentan terhadap diskriminasi ketidaksetaraan gender, dan stereotip. Menurut PBB, sekitar 87.000 wanita dibunuh secara global oleh orang-orang terdekat mereka, dengan jumlah rata-rata enam wanita terbunuh per jam. 

Baca Juga: Kerap Dianggap Minta Makan, Ternyata Ini Alasan Kucing Menatap Kita Berlama-lama

Di bawah ini adalah negara paling berisiko bagi wanita menurut Women, Peace, and Security Index (2019/2020).

1. Yaman
Yaman adalah negara paling berbahaya bagi wanita. Bangsa Timur Tengah adalah masyarakat patriarki yang menjadikan perempuan sebagai subjek dari segala bentuk diskriminasi, termasuk stereotip negatif, ketimpangan ekonomi, dan sistem hukum yang diskriminatif. 

Pada 2017, perempuan di Yaman tidak memiliki hak budaya, sosial, dan ekonomi. Mereka tidak diperbolehkan untuk menggunakan hak sipil dan politik secara penuh. Perempuan juga menjadi korban dari undang-undang yang diskriminatif.
2. Afghanistan
Afganistan adalah salah satu negara paling berbahaya bagi perempuan. Kekuasaan Taliban amat mengerikan bagi jutaan wanita di negara itu. 

Di bawah rezim Taliban, pendidikan untuk perempuan, baik anak mau pun dewasa dilarang. Sebagian besar perempuan mengalami pelecehan seksual dan pelecehan verbal.
Baca Juga: Cocok untuk Sajian Perayaan Imlek, Resep Gurame Goreng Saus Mentega

3. Suriah
Wanita dan anak perempuan di negara yang dilanda perang ini menghadapi segala macam tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan Suriah adalah target empuk kelompok ekstremis yang melucuti hak-hak mereka. 

Negara ini memiliki peringkat buruk untuk hak-hak reproduksi, kekerasan gender, perlakuan terhadap perempuan dalam keluarga, dan inklusi ekonomi. 

Bahkan sebagian besar tahanan wanita ditolak akses ke perawatan medis.

Negara keempat kelima dan seterusnya adalah Pakistan, Sudan, Irak, Republik Demokratik Kongo, Republik Afrika Tengah, Mali dan Libya.


Indeks Wanita, Perdamaian, dan Keamanan (WPS) ini diukur melalui kesejahteraan wanita di semua negara di dunia. Indeks ini diterbitkan oleh Institut Wanita, Perdamaian dan Keamanan Universitas Georgetown dan Institut Penelitian Perdamaian Oslo (PRIO).

 

PenulisR24/ame


Loading...

Terpopuler

Loading...