Menu

Ketika Kata Bersiap Harus Dicurigai dan Berbau Politik

Azhar 6 Feb 2022, 09:26
Ilustrasi. Sumber: Internet
Ilustrasi. Sumber: Internet

RIAU24.COM -  Kata "bersiap" di era revolusi Indonesia cukup membuat bulu kuduk merinding.

Terutama bagi kalangan orang-orang dengan darah campuran Indonesia-Belanda dikutip dari historia.id.

Pada masa itu, orang seperti itu banyak mendapat ancaman dan dibunuh oleh pejuang kemerdekaan Indonesia berbekal kata "bersiap".

Secara keseluruhan, korbannya mencapai puluh ribu orang. Mereka kebanyakan dibunuh lalu kemudian dimutilasi.

Kondisi itu memasuki puncak ketika Wet Uitkeringen Burger-Oorlogslachtoffer atau UU korban perang tahun 1984 diberlakukan.

Memasuki era revolusi, kondisi itu mengarah ke orang-orang kaya dan kaki tangan Belanda, hingga kalangan minoritas.

Hal ini muncul tentunya setelah Belanda datang lalu bersikap agresif terhadap warga Indonesia.

Tanpa konteks militer dan kolonial, bisa saja kekerasan massal itu tidak pernah terjadi.