Menu

Mengenal Metaverse, Cara Baru Mengunjungi Ka'bah dengan Virtual

Rizka 9 Feb 2022, 09:14
google
google

RIAU24.COM -  Arab Saudi tengah mencoba cara baru yang membuat Ka'bah di Masjidil Haram, Mekah dapat dikunjungi secara virtual dalam konsep metaverse. Kunjungan virtual ini dilakukan menggunakan alat realitas virtual (VR).

Menurut Coinmarketcap, metaverse adalah ruang virtual yang diciptakan sebagai versi digital dari berbagai aspek yang ada di dunia nyata, baik itu interaksi antara manusia maupun fungsi ekonomi.

Secara lebih jelasnya, istilah metaverse mengacu pada dunia virtual yang menyerupai kehidupan dunia nyata, dengan tanah, bangunan, avatar yang bisa dibeli dan dijual, seringkali menggunakan mata uang kripto. Di dalam dunia ini, orang-orang dapat beraktivitas, berteman, mengunjungi tempat tertentu, membeli barang dan jasa, layaknya di kehidupan nyata.

Secara etimologis, metaverse sendiri berasal dari kata 'meta' yang bermakna 'melampaui' dan 'verse' yang berarti 'alam semesta'. Sehingga metaverse dapat diartikan sebagai sebuah ruang berisi materi yang melampaui semua hal yang terlihat di dunia ini.

Perkembangan teknologi yang menghadirkan Ka'bah di metaverse disebut menjadi salah satu solusi untuk memberikan pengalaman ibadah yang didambakan setiap umat muslim tersebut.

Otoritas Departemen Tempat Suci Islam di Arab Saudi mengumumkan peluncuran proyek 'Hajar Al-Aswad Virtual' di mana batu hitam suci tersebut kini dapat disentuh secara virtual melalui teknologi VR.

Proyek Hajar Al-Aswad Virtual diluncurkan oleh Sheikh Abdul Rahman Al Sudais, Kepala Urusan Dua Masjid Suci Arab Saudi.

Proyek ini menghadirkan dunia simulasi yang terdiri dari situs ziarah utama umat muslim di Mekah. Jemaah kini dapat melihat dan menyentuh batu suci di Masjidil Haram tersebut secara virtual sebelum ziarah ke Mekah.

Al Sudais menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk menggunakan VR dan pengalaman digital yang menyimulasikan realitas nyata.

Dia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan simulasi virtual untuk tidak hanya penglihatan dan pendengaran, tetapi juga indera peraba, dan bahkan penciuman, agar dapat memberikan pengalaman seperti di dunia nyata.

"Kami memiliki situs keagamaan dan sejarah yang hebat yang harus kami digitalkan dan komunikasikan kepada semua orang melalui sarana teknologi terbaru." Al Sudais menegaskan, seperti dikutip dari Scoop Empire.

Jemaah bisa melakukan ibadah haji dimanapun dan kapanpun dengan berbekal perangkat VR untuk menghubungkan pengguna ke dunia virtual tersebut.

Meski demikian, ibadah haji di metaverse ini masih diperdebatkan sejumlah kalangan mengenai nilai ibadahnya.