Menu

Ragam Sejarah April Mop, dari Versi Norwegia Sampai Inggris

Azhar 1 Apr 2022, 05:44
Kalender 1 April. Sumber: Internet
Kalender 1 April. Sumber: Internet

RIAU24.COM -  Sampai hari ini April Mop masih dianggap sebagian orang sebagai hari penuh prank.

Begitu juga dengan sejarahnya yang masih menjadi perdebatan dikutip dari okezone.com.

Untuk di Norwegia misalnya, bagi negara ini April mop adalah perayaan untuk menghormati Dewa Perusak dan Kekacauan, Loki.

Sehingga, April Mop pun disebut sebagai Hari Loki atau Loki Bot.

Bagi negara ini perayaan April Mop untuk menghormati dewa perusak dan kekacauan Norwegia yaitu Loki.

Mereka melakukan perayaan dengan saling menjaili, berbohong atau melempar lelucon hingga tengah hari, tanpa harus merasa bersalah atau dipersalahkan.

Beda hal dengan Romawi yang menganggap jika April Mop muncul dari gagasan para pelawak kerajaan Romawi pada masa pemerintahan raja Contantin I di abad ketiga sampai keempat Masehi.

Para pelawak kerajaan ini mengajukan petisi kepada raja untuk mengizinkan mereka jadi raja sehari aja.

Dan ternyata, sang raja setuju dengan petisi ini dan mengangkat salah satu pelawaknya yang bernama Jeter, untuk jadi raja sehari pada tanggal 1 April.

Setelah jadi raja, Jeter pun meresmikan tanggal 1 April sebagai hari kemustahilan dan kini kita kenal dengan nama April Mop.

Sementara di Inggris, ada 2 versi April Mop yakni April Fools' Day atau All Fools' Day.

Salah satu istilah itu berasal dari warga Inggris yang mulai merayakannya pada 1 April 1700.

Pada hari itu, orang-orang saling iseng, berbohong, atau melempar lelucon hingga tengah hari, tanpa harus merasa bersalah atau dipersalahkan.

Untuk di Inggris, April Mop bisa ditelusuri pada 1582 ketika Prancis mengganti kalender, dari Julian menjadi Gregorian.

Pada Abad Pertengahan, tahun baru dirayakan pada tanggal 25 Maret di seluruh Eropa. Di sejumlah lokasi di Prancis, perayaannya bahkan hingga 1 April.