Dinilai Akan Ciptakan Permusuhan Antar Umat Beragama, Singapura Larang Film India The Kashmir Files

Rabu, 11 Mei 2022 | 11:25 WIB
google google

RIAU24.COM -  Singapura melarang penayangan film tentang umat Hindu yang melarikan diri dari kawasan Kashmir tempat mayoritas muslim. Film The Kashmir Files itu dinilai dapat menciptakan permusuhan antar umat beragama.

Film ini menceritakan tentang eksodus warga Hindu dari Kashmir yang dikuasai India. Pemerintah Singapura menyampaikan, film itu provokatif dan menampilkan Muslim dari satu sisi yang dikhawatirkan "berpotensi menyebabkan permusuhan antara komunitas yang berbeda".

"Klasifikasi film ini akan ditolak karena penggambaran Muslim yang provokatif dan satu pihak dan penggambaran orang Hindu yang dipersekusi dalam konflik yang masih berlangsung di Kashmir," jelas pemerintah Singapura dalam pernyatannya pada Senin, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (11/5).

Baca Juga: OTK yang Serang Salman Rushdie Penulis ‘Ayat-ayat Setan’ di Kecam Dunia Internasional, Kok Bisa?

"Representasi ini berpotensi menyebabkan permusuhan antara komunitas yang berbeda, mengganggu kohesi sosial dan keselarasan antar umat beragama dalam masyarakat kami yang beragam ras dan agama."

Namun, Perdana Menteri Narendra Modi memuji film itu, mengatakan film itu menunjukkan kebenaran masa lalu Kashmir yang penuh kekerasan. Sedangkan kritikus film mengatakan bahwa film tersebut menyajikan fakta tidak akurat dan memicu sentimen anti-Muslim.

Baca Juga: Lebih Dari 150 Burung Nasar yang Terancam Punah Diracun di Afrika Selatan dan Botswana

Sebanyak 5,5 juta populasi Singapura terdiri dari etnis China, Melayu, dan India. Negara ini punya undang-undang yang mengatur hukuman berat bagi siapapun yang mengganggu keharmonisan masyarakat yang beragam.

Diketahui, The Kashmir Files yang dirilis pada Maret menggambarkan detail mengerikan sekitar 200 orang Hindu Kashmir atau disebut Pandit, melarikan diri dari wilayah mayoritas Muslim tersebut setelah pemberontakan pada 1989 dan 1990, ketika perlawanan bersenjata terhadap pemerintah federal dimulai. Menurut data resmi, 219 orang Hindu terbunuh.

PenulisR24/riz


Loading...
Loading...