Inilah Jenis Kanker dengan Tingkat Kematian Paling Tinggi

Sabtu, 14 Mei 2022 | 21:00 WIB
ilustrasi ilustrasi

RIAU24.COM - Menurut WHO, kanker telah membunuh sekitar 9,6 juta orang pada 2018 saja, menyebabkan kematian pada 1 dari 6 orang di seluruh dunia.

Namun, tidak semua kanker sama, beberapa ada yang memiliki peluang bertahan hidup sangat tinggi. Yang lain, sayangnya, memiliki kemungkinan yang sangat rendah untuk hidup lebih dari sepuluh tahun setelah didiagnosis. 

Berikut adalah kanker dengan tingkat kematian tertinggi. 

1. Leukemia (Mielogen Akut) 
AML, singkatan untuk jenis kanker ini, adalah penyakit yang menargetkan sumsum tulang dan darah. Jenis leukemia ini diketahui berkembang pesat dan mempengaruhi sel darah putih.

Leukemia lebih cenderung mempengaruhi wanita. Dalam lima tahun pertama setelah didiagnosis menderita kanker ini, 24% orang bertahan hidup.

2. Kanker Hati Dan Saluran Empedu
Kanker jenis ini menargetkan sistem pencernaan, dan memiliki faktor risiko yang meliputi merokok, obesitas, diabetes, dan menderita kolitis ulserativa.

Tanda dan gejala kanker hati dan saluran empedu dapat mencakup kehilangan nafsu makan, merasa gatal, sakit kuning, dan demam.

3. Kanker Kerongkongan
Kerongkongan adalah tabung yang mengalir dari tenggorokan ke perut. Mereka yang mengembangkan kanker kerongkongan dapat menderita mulas, kesulitan menelan, dan batuk.

Faktor risiko untuk jenis kanker ini antara lain merokok, obesitas, dan kebiasaan minum cairan yang sangat panas. 

4. Kanker Kandung Empedu
Kantung empedu menampung cairan pencernaan yang disebut empedu yang diproduksi oleh hati. Empedu membantu memecah lemak di usus.

Kanker kandung empedu sangat jarang terjadi, dan sering kali ketahuan setelah pasien berada pada tahap akhir penyakit karena gejalanya sangat minim. 

5. Kanker Paru-Paru
Kanker paru-paru dikenal sebagai jenis kanker yang sulit dikalahkan. Perokok mengembangkan tingkat tertinggi kanker paru-paru. Jika Anda berhenti merokok, bahkan setelah melakukannya selama bertahun-tahun, Anda secara dramatis mengurangi kemungkinan terkena kanker paru-paru.  

 

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...