Menu

Profil 3 Provinsi Terbaru di Papua, Ada yang Berbatasan Langsung dengan Papua Nugini

Amastya 4 Jul 2022, 10:21
Peta Papua /kalteng.tribunnews.com
Peta Papua /kalteng.tribunnews.com

RIAU24.COM - Pemekaran Papua menjadi 5 Provinsi menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki 37 Provinsi. Pembentukan 3 provinsi tersebut merujuk pada Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang daerah otonomi baru (DOB) Provinsi Papua yang baru saja disahkan menjadi Undang-Undang.

Pengesahan RUU tersebut diputuskan melalui Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang dihelat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (30/6/2022). Adapun, ketiga provinsi baru tersebut adalah Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Dilansir dari kompas.com, berikut 3 profil provinsi baru Indonesia yang berada di Pulau Papua:

1. Provinsi Papua Selatan

Ibu kota Provinsi Papua Selatan adalah Merauke. Provinsi ini memiliki nama adat Anim Ha. Provinsi Papua Selatan meliputi Kabupaten Merauke, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Boven Digoel. Suku yang mendiami wilayah Papua Selatan adalah Marind Anim, yang terdiri dari tujuh marga besar.Ketujuh marga tersebut adalah Gebze, Kaize, Samkakai, Ndiken, Mahuze, Balagaize, dan Basik-basik.

Masyarakat suku Marind Anim masih mempertahankan pola kehidupan berburu, meramu, dan bercocok tanam. Mereka menjadikan sagu sebagai makanan pokok yang juga digunakan dalam berbagai ritual, mulai dari peradilan adat, musyawarah, dan perkawinan. Selain Marind Anim, juga ada Suku Asmat yang tinggal di Provinsi Papua Selatan, mereka terbagi menjadi dua, ada yang tinggal di pesisir pantai dan di bagian pedalaman.

Perbatasan Provinsi

Berikut rincian wilayah perbatasan Provinsi Papua Selatan:

Utara: Papua Pegunungan

Barat: Papua Tengah dan Laut Arafuru

Selatan: Laut Arafuru

Timur: Papua Nugini

Komoditas Unggulan

Memanfaatkan sagu, masyarakat Suku Marind Anim terkenal dengan keahlian mereka yang pandai meracik makanan khas Provinsi Papua Selatan. Suku Marind Amin juga memanfaatkan pohon sagu untuk membuat perahu dan sebagai bahan bangunan rumah.

Karena pentingnya sagu dalam kehidupan, tumbuhan ini sangat dihormati dan dijaga oleh Suku Marind Anim. Kemudian, dari Suku Asmat mereka terkenal dengan hasil ukiran kayu yang unik.

2. Provinsi Papua Tengah

Kabupaten Nabire menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah. Provinsi ini memiliki nama adat Mee Pago Provinsi Papua Tengah terdiri dari Kabupaten Nabire, Kabupaten Mimika, Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deyiai, Kabupaten Intan Jaya, serta Kabupaten Puncak.

Provinsi baru ini memiliki mayoritas suku yang bernama Mee. Suku Mee memiliki mata pencaharian utama yaitu bertani dan beternak. Mereka juga melakukan kegiatan di bidang lain seperti perikanan dan perdagangan. Selain Mee, provinsi ini juga ditempati oleh suku lain, seperti Damal, Dani, Moni, dan Nduga.

Perbatasan Provinsi

Berikut rincian wilayah perbatasan Provinsi Papua Tengah:

Utara: Papua

Barat: Papua Barat

Selatan: Laut Arafuru

Timur: Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan

Komoditas Unggulan

Provinsi Papua Tengah memiliki komoditas unggulan di berbagai wilayahnya. Kabupaten Dogiyai dan Paniai dikenal unggul dalam memproduksi kopi dan ubi jalar. Kabupaten Nabire, unggul dengan jeruk, peternakan babi, dan padi. Kabupaten Intan Jaya, terkenal dengan komoditas gaharu. Sementara Kabupaten Mimika, ditetapkan sebagai daerah pengembangan tambang tembaga dan batu bara.

3. Provinsi Papua Pegunungan

Provinsi Papua Pegunungan memiliki nama adat La Pago. Provinsi ini memiliki ibu kota, Kota Wamena yang terletak di Kabupaten Jayawijaya. Provinsi Papua Pegunungan terdiri dari Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Nduga, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Yahukimo, dan Kabupaten Yalimo.

Diketahui Provinsi Papua Pegunungan memiliki 23 suku antara lain Dani, Dem, Ndugwa, Ngalik, Ngalum, Nimbora, Pesekhem, Pyu, Una, dan Uria. Ada juga Suku Himanggona, Karfasia, Korapan, Kupel, Timorini, Wanam, Biksi, Momuna, Murop, Sela Sarmi, Nayak, Nduga, dan Yali.

Suku Nayak sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai petani ubi dan keladi. Mereka juga memiliki makanan pokok berupa ubi, sayur, serta babi, yang dimasak dengan cara ditimbun dengan batu panas. Sementara itu, Nduga, suku lain di provinsi ini mempunyai perkebunan dan kawasan khusus untuk berburu sebagai modal memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Perbatasan Provinsi

Menjadi satu-satunya provinsi yang terkunci dengan daratan atau landlock, Papua Pegunungan tidak memiliki wilayah perairan di perbatasannya.

Berikut rincian perbatasan wilayah Provinsi Papua Pegunungan:

Utara: Papua

Barat: Papua Tengah

Selatan: Papua Selatan

Timur: Papua Nugini

Komoditas Unggulan

Wilayah provinsi yang sebagian besar berada di pegunungan, membuat komoditas unggulan provinsi ini tidak terlepas dari tanaman khas dataran tinggi. Beberapa komoditas unggulan provinsi La Pago adalah kopi, ubi jalar, buah merah, bawang, garahu, karet, nanas, jeruk, dan sayuran.