Menu

Menteri Haji Arab Saudi Berikan Kabar Baik untuk Calon Jemaah Indonesia Tahun Depan, Apa Itu?

Amastya 14 Jul 2022, 08:46
Ilustrasi /pixabay
Ilustrasi /pixabay

RIAU24.COM Kabar baik disampaikan oleh Tawfiq F Rabiah selaku Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi untuk jemaah Indonesia yang akan melaksanakan ibadah haji tahun depan. Kabar tersebut yakni, beliau menjanjikan biaya Masyair yang menjadi pelayananan haji di Armuzna akan diturunkan bagi jemaah haji Indonesia.

Kabar tersebut disampaikan beliau melalui Yaqut Cholil Qoumas selaku Menteri Agama Indonesia saat bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah tersebut dua hari lalu.

"Saya juga sampaikan biaya Masyair yang terlalu tinggi bagi jemaah Indonesia, pak Menteri Saudi bilang kalau besok jemaahnya bertambah ya Masyair-nya akan berkurang kata beliau begitu," kata Yaqut di Makkah, Rabu (13/7/2022) dikutip dari haji.okezone.com.

Diketahui, biaya Masyair haji tahun ini naik menjadi Rp1,46 triliun. Pemerintah dan DPR gerak cepat mencairkan anggaran tersebut sehingga tidak dibebankan ke jemaah haji Indonesia.

Pertemuan Menag dan Menteri Haji Saudi juga membahas pelaksanaan haji 2023 yang mana menurut kabar kuota jemaah haji Indonesia pada tahun depan mencapai 80%. Pembahasan tersebut menjadi salah satu pembicaraan Menag dan Menteri Saudi saat evaluasi penyelenggaraan ibadah haji di Armuzna.

"Jadi banyak hal lah yang jadi catatan terutama pelayanan dari pemerintah Saudi walaupun secara umum sudah bagus memberikan pelayanan tapi kan memberi catatan pasti wajar tidak ada yang sempurna," ujar Menag.

Walaupun begitu, Menag menyebutkan pemerintah Saudi sangat terbuka dengan kritikan pelayanan ibadah haji 2022. Evaluasi menjadi penting dan bisa menjadi pembelajaran untuk pelaksanaan ibadah haji di tahun mendatang.

"Oleh karena itu saya sampaikan juga kemarin ke pak Menteri Haji Saudi bahwa saya berterima kasih atas nama pemerintah Indonesia kepada pemerintah Saudi Arabia karena memberikan pelayanan paling baik," ujarnya.

Lebih lanjut, Menag mengungkapkan bahwa untuk pelayanan jemaah haji Indonesia di Armuzna secara umum berjalan dengan baik. Jamaah haji yang sakit masih terkendali maupun jemaah haji wafat juga masih jauh lebih sedikit dari pelaksanaan haji 2019.

Namun, Ia menambahkan ada catatan-catatan yang sudah disampaikan ke Menteri Haji dan Umrah Saudi seperti jumlah toilet yang masih kurang hingga AC yang tidak terlalu dingin di Arafah.

"Dan kita tempo hari sepakat masing-masing akan menunjuk tim dan masing-masing tim akan berbicara dengan waktu secepat-cepatnya untuk mengevaluasi pelayanan ibadah untuk tahun depan," pungkasnya.***