McDonald's Akan Dibuka Secara Bertahap di Ukraina Untuk Pertama Kalinya Sejak Perang Dimulai

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:22 WIB
McDonald's Akan Dibuka Secara Bertahap di Ukraina Untuk Pertama Kalinya Sejak Perang Dimulai McDonald's Akan Dibuka Secara Bertahap di Ukraina Untuk Pertama Kalinya Sejak Perang Dimulai

RIAU24.COM - Raksasa makanan cepat saji global McDonald's pada hari Kamis mengumumkan bahwa mereka bersiap untuk membuka kembali gerainya secara bertahap di negara Ukraina yang dilanda perang. 

Dilaporkan, sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari awal tahun ini, perusahaan Amerika itu telah menutup jendelanya di negara itu. 

Namun, McDonald's terus membayar 10.000 tenaga kerjanya di negara itu selama enam bulan terakhir.

Baca Juga: Mengulang Sejarah Penaklukan Konstantinopel

“Kami telah berbicara secara luas kepada karyawan kami yang telah menyatakan keinginan kuat untuk kembali bekerja dan melihat restoran kami di Ukraina dibuka kembali. 

Dalam beberapa bulan terakhir, keyakinan bahwa ini akan mendukung rasa normal yang kecil namun penting telah tumbuh lebih kuat.” Paul Pomroy, wakil presiden senior McDonald's mengatakan dalam sebuah pesan kepada stafnya. 

Ada 109 gerai McDonald's di Ukraina tetapi perusahaan tidak merinci gerai mana di wilayah mana yang akan dibuka lebih dulu. 

Dilaporkan, perusahaan pada awalnya mencari untuk berhubungan dengan vendornya dan memastikan bahwa kendala rantai pasokan diurutkan. 

Setelah persediaan kembali ke toko, karyawan akan dibawa kembali di tengah langkah-langkah keamanan saat perang terus berlanjut. 

Baca Juga: Militer Rusia Tangkap Ratusan Warga yang Coba Kabur dari Wajib Militer

"Selama beberapa bulan ke depan, kami akan mulai bekerja dengan pemasok untuk mengirimkan produk ke restoran, menyiapkan properti fisik untuk melayani pelanggan, membawa tim dan karyawan restoran kembali ke lokasi, dan menerapkan prosedur dan protokol yang disempurnakan untuk mendukung keselamatan karyawan kami. dan pelanggan,” tambah Pomroy. 

Kembalinya McDonald's diharapkan dapat mengirimkan pesan kepada komunitas bisnis internasional bahwa bahkan dengan perang yang terjadi, bisnis masih dapat berjalan. 

Dan Ukraina membutuhkan bisnis untuk kembali karena perang dengan cepat menghabiskan pundi-pundinya. 

Ekonom berpandangan bahwa ekonomi Ukraina bisa menyusut sebanyak 35 persen pada akhir tahun. 

Sementara itu, seperti dilansir WION, McDonald's memutuskan hubungan tiga dekade di Rusia, sejak berakhirnya perang dingin, pada Mei tahun ini dengan menjual 850 restorannya kepada pemilik waralaba. Sementara raksasa makanan cepat saji dibuka di Ukraina, ia tidak memiliki rencana untuk kembali ke Rusia. 

 

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...