Studi: Anak-anak dan Cucu dari Orang Tua yang Terpapar Asap Rokok Lebih Mungkin Terkena Penyakit Asma

Sabtu, 17 September 2022 | 17:19 WIB
Studi mengatakan anak-anak dan cucu dari orang tua yang terpapar asap rokok lebih mungkin terkena penyakit Asma Studi mengatakan anak-anak dan cucu dari orang tua yang terpapar asap rokok lebih mungkin terkena penyakit Asma

RIAU24.COM - Sebuah studi baru-baru ini menemukan anak-anak lebih mungkin menderita asma jika orang tua mereka menghirup asap tembakau bekas di masa kecil mereka atau perokok aktif sendiri.

Baca Juga: Asam Lambung Kambuh! 4 Minuman Ini Efektif Redakan Refluks Asam

Dalam studi yang dipublikasikan di European Respiratory Journal, tim ilmuwan internasional juga mengatakan bahwa dampak merokok dan masalah pernapasan yang diakibatkannya dapat ditemukan selama dua generasi berikutnya dalam sebuah fenomena yang disebut ‘efek transgenerasi’.

Tim tersebut melibatkan beberapa peneliti dari Inggris, Australia dan Sri Lanka.

"Kami menemukan bahwa risiko asma non-alergi pada anak-anak meningkat sebesar 59% jika ayah mereka terpapar asap rokok di masa kanak-kanak, dibandingkan dengan anak-anak yang ayahnya tidak terpapar," kata Jiacheng Liu, dari Universitas Melbourne, dikutip The Guardian.

"Risikonya bahkan lebih tinggi, yaitu 72%, jika para ayah terpapar asap rokok dan terus merokok sendiri," tambahnya.

Dr Dinh Bui, salah satu penulis penelitian ini, percaya bahwa penelitian ini akan penting dalam meningkatkan kesadaran mengenai dampak berbahaya dari merokok dan bahkan dapat menghasilkan perubahan nyata.

“Temuan kami menunjukkan bagaimana kerusakan akibat merokok dapat berdampak tidak hanya pada perokok tetapi juga anak dan cucu mereka,” katanya sambil menjelaskan alasan di balik penelitian tersebut.

Paparan asap dari ayah sebelum usia 15 tahun merupakan faktor risiko utama untuk asma non-alergi.

Baca Juga: Studi Menyebutkan Mimpi Bisa jadi Tanda Peringatan Dini Risiko Demensia

Studi tersebut menyebutkan sejumlah kasus di mana merokok akhirnya mengubah perubahan epigenetik dan itu dinyatakan sebagai alasan yang paling mungkin di balik peningkatan risiko asma pada generasi mendatang.

(***)

PenulisR24/tya


Loading...
Loading...