Ledakan Terjadi di Dekat Pipa Nord Stream Saat Gas Kebocoran Ke Laut Baltik

Rabu, 28 September 2022 | 10:24 WIB
Ledakan di Dekat Pipa Nord Stream Saat Gas Kebocoran Ke Laut Baltik Ledakan di Dekat Pipa Nord Stream Saat Gas Kebocoran Ke Laut Baltik

RIAU24.COM - Seismolog mencatat ledakan di dekat jalur pipa Nord Stream dalam 36 jam terakhir, sebuah outlet media melaporkan, mengutip penyiar nasional Swedia SVT. 

SVT mengungkapkan bahwa stasiun pengukur di Swedia dan Denmark mencatat ledakan bawah laut yang kuat di area yang sama dengan kebocoran gas pada hari Senin, The Gurdian melaporkan. 

“Tidak ada keraguan bahwa ini adalah ledakan,” Bjorn Lund, dosen seismologi di Jaringan Seismik Nasional Swedia (SNSN), seperti dikutip oleh SVT. 

Ledakan pertama tercatat pukul 02.03 malam Senin dan yang kedua pukul 19.04 Senin malam.

Baca Juga: Studi: Perubahan Iklim Sebabkan Berton-ton Bakteri Beku Memasuki Air Laut

Peringatan kebocoran gas itu masing-masing datang dari administrasi maritim pada pukul 15.52 dan 20.41 pada Senin, setelah kapal mendeteksi gelembung di permukaan. 

SVT telah memperoleh koordinat ledakan yang diukur dan mereka berada di area yang sama di mana kebocoran gas terdaftar, The Guardian melaporkan. 

Kebocoran yang tampak pada pipa Nord Stream keduanya berada di dekat pulau Bornholm , yang merupakan milik Denmark di laut Baltik. 

Baca Juga: Aktor 'Squid Game' O Yeong-su Didakwa Atas Pelanggaran Seksual

Seismolog Bjorn Lund dikutip mengatakan bahwa daerah di mana mereka mendeteksi ledakan bukanlah daerah yang biasanya digunakan untuk latihan militer. 

Dia mengatakan kepada SVT: “Kami biasanya mendapatkan informasi tentang ledakan yang terjadi di bawah air, tetapi terkadang kami tidak mendapatkannya. Dalam hal ini, kami belum menerima informasi apa pun.”

Menurut Lund, salah satu ledakan berkekuatan 2,3 skala Richter, dan tercatat di 30 stasiun pengukuran di Swedia selatan. Sebelum laporan dari seismolog, sudah ada spekulasi tentang kemungkinan sabotase, karena operator pipa telah menggambarkan tiga jalur yang mengalami kerusakan signifikan dalam waktu sehari sebagai "belum pernah terjadi sebelumnya". 

Penasihat presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak, menggambarkan kebocoran besar di dua pipa gas Rusia di bawah Laut Baltik sebagai "serangan teroris".  ***

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...