Menu

Relawan Dukung Jokowi Jadi Ketum PDI-P, Begini Tanggapan Ketua Ganjar Pranowo Mania

Zuratul 1 Nov 2022, 11:32
Potret Ganjar Pranowo dan Noel Relawan Ganjar. (Tribunnews/Foto)
Potret Ganjar Pranowo dan Noel Relawan Ganjar. (Tribunnews/Foto)

RIAU24.COM - Immanuel Ebenezer atau Noel, sebagai Ketua Relawan Ganjar Pranowo Mania (GP mania) menyebutkan bahwa relawan yang mendoakan Joko Widodo menjadi ketua umum PDI-P sebagai relawan siluman. 

"Itu bukan relawan dia. Itu relawan siluman," ujar Neol saat dihubungi, Selasa (1/11/2022). 

Neol mengaskan bahwa relawan Koallisi Aktivis dan Milenial Indonesia untuk Ganjar Pranowo todak temasuk ke dalam relawan Ganjar. 

Menurut dia, relawan tersebut berisi orang-orang liar. 

"Orang ini kan liar ini. Makanya kita bilang relawan siluman. Kalau Mas Ganjar bilang kan relawan abal-abal," kata dia. 

"Kita khawatirkan ini relawan-relawan siluman ini. Datang, tiba-tiba bikin relawan Ganjar atas nama Ganjar, bikin statement yang ngawur-ngawur. Itu kan merusak," ucap Noel

Ia menegaskan, doa relawan yang mengatasnamakan Ganjar supaya Jokowi jadi Ketum PDI-P bukan pandangan resmi relawan Ganjar. Relawan Ganjar, kata dia, tidak mengurus persoalan partai. 

"Relawan Ganjar itu hanya fokus soal bagaimana pemenangan Mas Ganjar. Tidak pada persoalan-persoalan internal partai PDI-P. Itu bukan domainnya," ujar dia. 

Untuk GP Mania, Neol menyampaikan bahwa mereka selalu bersikap tertib sedari awal. Adapun Ganjar Pranowo menanggapi isu diusulkannya Presiden Jokowi menjadi Ketua Umum PDI-P. 

Ganjar Pranowo dengan tegas membantah hal tersebut. Ganjar mengatakan, PDI-P memiliki aturan sendiri terkait ketua umum. 

"Enggak boleh, semua harus tertib. Semua tertib, PDI Perjuangan punya aturan sendiri soal itu," ujar Ganjar, Senin (31/10/2022), dikutip dari Kompas TV. 

Ganjar menegaskan agar relawan tidak ikut campur urusan partai. 

"Sebaiknya relawan tidak mencampuri urusan yang ada di partai," kata dia. 

"Bersinergi saja, dan sabar, wong semua partai lagi berdialog berdiskusi kok," ujar Ganjar. 

Ia pun meminta tidak ada pihak yang mencoba untuk memanfaatkan timing ini memprovokasi dan mengadu domba PDI-P.

(***)