Menu

Program Ketahanan Pangan, Letkol Inf Endik Yunia H : Kita Akan Maksimalkan Lahan Kosong

Dahari 17 Nov 2022, 09:40
Dandim Bengkalis Letkol Inf Endik Yunia Hermanto
Dandim Bengkalis Letkol Inf Endik Yunia Hermanto

RIAU24.COM -BENGKALIS - Komandan Kodim 0303 Bengkalis Letkol Inf Endik Yunia Hermanto mengungkapkan, terkait program ketahanan pangan 1000 hektar tersebut sesuai petunjuk dari presiden RI bapak Jokowidodo melalui Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) kita telah melaksanakan program ketahanan pangan ini.

Hal tersebut disampaikan Letkol Inf Endik Yunia Hermanto ketika di wawancarai sejumlah wartawan usai panen raya di Desa Mentayan, Kecamatan Bantan, Selasa 15 November 2022 kemarin.

"Tujuan ketahanan pangan dengan situasi global seperti ini ya kita berdayakan masyarakat untuk mulai menanam lagi, karena saat ini banyak lahan yang sudah alih fungsi seperti dijadikan tanaman tanaman lain. Makanya dengan kehadiran kami, kita akan maksimalkan lahan kosong, agar kita tanami padi dan jagung,"ungkap Dandim Bengkalis.

Letkol inf Endik Yunia Hermanto kembali menerangkan bahwa dengan adanya program ketahanan pangan ini, suatu program yang harus disukseskan dan tidak bisa berdiri sendiri.

"Jadi kita harus bersama stakholder yang ada untuk menyukseskan program ini diantaranya, pemerintah daerah, kepolisian, pemerintahan desa dan lain sebagainya," ungkap Dandim lagi.

Wabup Bengkalis Bagus Santoso saat diwawancarai mengungkapkan sangat bangga dengan tentara nasional indonesia (TNI) angkatan darat dan Polri khususnya di Kabupaten Bengkalis karena sudah saling besinergi bersama.

Dandim Bengkalis Saat Panen Raya Padi di Desa Mentayan, Kecamatan Bantan

"Saling mendukung, saling menguatkan seperti pada pelaksanaan panen raya ini dengan program ketahanan pangan ini. Ini adalah langkah awal bagaimana warga, kemudian pemerintah, tentara, polisi semuanya bergandengan tangan untuk memajukan negeri ini,"ungkap Bagus Santoso.

Selanjutnya, disinggung terkait keluhan petani soal pupuk subsidi yang sangat jauh berkurang, Wabup Bagus Santoso mengungkapkan bahwa persoalan subsidi pupuk merupakan permasalahan nasional dengan kelangkaan pupuk itu sendiri.

"Dengan kelangkaan pupuk ini, sekarang sudah ditata kembali, ada tata niaga bagaimana pupuknya sampai kepada petani. Supaya apa, agar benar benar tepat sasaran bagi mereka yang mendapatkan adalah petani yang memang dengan luasan yang sudah diatur dan berhak mendapatkan subsidi itu. Jangan sampai orang kaya juga mendapat subsidi tersebut. Jadi adanya Gapoktan supaya benar benar didata, kerana mereka menggunakan kartu kelompok petani,"pungkasnya.