Kisah Pengantin ISIS yang Kehilangan Kewarganegaraan Inggris Setelah Bergabung Dengan ISIS

Senin, 21 November 2022 | 16:25 WIB
Kisah Pengantin ISIS yang Kehilangan Kewarganegaraan Inggris Setelah Bergabung Dengan ISIS Kisah Pengantin ISIS yang Kehilangan Kewarganegaraan Inggris Setelah Bergabung Dengan ISIS

RIAU24.COM - Menurut laporan, sekitar 900 orang diperkirakan telah melakukan perjalanan dari Inggris ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan kelompok ISIS

Pada Senin (21/11), Komisi Banding Imigrasi Khusus (SIAC) akan meninjau kasus Shamima Begum, seorang wanita Inggris yang kehilangan kewarganegaraannya setelah dia diduga bergabung dengan kelompok Negara Islam di Suriah. 

Shamima Begum, berusia 15 tahun ketika dia meninggalkan London dan pindah ke Suriah bersama teman-temannya setelah dia menikah dengan seorang pejuang ISIS, lapor AFP. 

Suaminya, Mohammed Al-Rashed diduga didakwa melakukan penyelundupan.

zxc`

Begum ditemukan oleh seorang jurnalis Inggris pada tahun 2019, hamil dan mengaku sebagai korban perdagangan manusia. Wawancaranya memicu kemarahan. 

Dijuluki sebagai "pengantin ISIS", permintaannya untuk datang ke Inggris ditolak oleh Mahkamah Agung tahun lalu untuk melawan kasus kewarganegaraannya melawan Kementerian Dalam Negeri. 

Pengacara Begum mengatakan kepada AFP bahwa sidang akan dipusatkan di sekitar Begum yang dianggap sebagai korban perdagangan manusia. 

Selanjutnya, sebuah buku yang diterbitkan oleh Richard Kerbaj mengklaim bahwa Begum dan teman-temannya dibawa ke Suriah oleh seorang pria yang juga membocorkan informasi kepada dinas keamanan Kanada. 

Dalam wawancaranya, Begum mengklaim bahwa begitu dia tiba di Suriah, dia menyadari bahwa ISIS menjebak orang dan berusaha terlihat "baik untuk video propaganda".

Baca Juga: Penobatan Raja Charles III, Mahkota Bersejarah Akan Dimodifikasi

Maya Foa, direktur kelompok hak asasi manusia Reprieve mengklaim bahwa Begum "dipersiapkan secara online sebagai seorang anak dan dibawa ke Suriah oleh mata-mata Kanada."

Kelompok tersebut mengatakan kepada AFP bahwa saat ini, 20-25 keluarga Inggris termasuk lebih dari 30 anak-anak masih berada di kamp-kamp yang diduga terkait dengan pejuang Suriah. 

Menurut laporan, sekitar 900 orang diperkirakan telah melakukan perjalanan dari Inggris ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan kelompok ISIS. 

 

***

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...