Menu

Curi Start Kampanye,  Ini Alasan Mengapa Laporan Atas Anies Kemungkinan Tak Diproses Bawaslu

Zuratul 11 Dec 2022, 22:46
Potret Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat LAkukan Safari Politk ke Aceh  (Dok. Kaltim Today)
Potret Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat LAkukan Safari Politk ke Aceh (Dok. Kaltim Today)

RIAU24.COM - Bakal calon presiden dari Partai Nasdem, Anies Baswedan dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI terkait safari politiknya beberapa hari yang lalu di Aceh

Bawaslu sudah menerima laporan itu namun belum bisa memastikan apakah laporan itu bisa dilanjutkan ke proses persidangan.

"Bawaslu (sudah) menerima laporan dugaan pelanggaran pemilu yang disampaikan oleh WNI (terkait) peristiwa dugaan pelanggaran di Kota Banda Aceh" kata Komisioner Bawaslu RI Puadi kepada Republika, Kamis (8/12/2022). 

Puadi menegaskan, meski pihaknya sudah menerima laporan tersebut, tapi perkara itu belum tentu bakal disidangkan. 

Sebab, Bawaslu harus melakukan kajian awal terlebih dahulu untuk menentukan apakah laporan tersebut memenuhi syarat formil dan materil agar bisa diregistrasikan. 

"Berdasarkan pasal 15 Perbawaslu Nomor 7 Tahun 2022, Bawaslu melakukan kajian awal paling lama dua hari sejak laporan disampaikan," kata koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu itu. 

Pihak yang melaporkan Anies diketahui adalah Aliansi Pemuda Cinta Demokrasi (APCD). APCD menilai, Anies telah melanggar sejumlah ketentuan ketika menerima dukungan capres dari masyarakat di Masjid Raya Baiturrahman, Aceh pada 2 Desember lalu. 

Kegiatan tersebut dinilai sebagai kampanye colongan atau kampanye di luar jadwal yang ditetapkan KPU RI. Selain itu, Anies juga dinilai melanggar aturan kampanye karena menggunakan rumah ibadah sebagai tempat kampanye.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti memprediksi Bawaslu akan menolak laporan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan bakal calon presiden (capres) Partai Nasdem, Anies Baswedan. Ray menjelaskan, jika dilihat dengan kaca mata prosedural formal, kunjungan Anies ke Aceh itu tidak masuk kategori pelanggaran ketentuan kampanye.

Sebab, masa kampanye jelas belum dimulai. Yang dilakukan Anies baru bisa disebut sebagai ajang sosialisasi bakal calon presiden. 

"Dan pendekatan seperti ini (prosedural-formal) sangat umum dilakukan oleh Bawaslu. Oleh karena itu, laporan ini kemungkinan besar akan ditolak oleh Bawaslu," kata Ray dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat (9/12/2022). 

Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya sudah membantah bahwa partainya dan Anies berkampanye di Aceh. Alasannya, Anies belum resmi menjadi calon presiden untuk Pemilu 2024. Selain itu, tahapan kampanye juga belum dimulai.  

Willy juga membantah tudingan bahwa partainya dan Anies menggunakan tempat ibadah untuk berkampanye. Menurutnya, kehadiran Anies di Masjid Raya Baiturrahman Aceh hanya untuk melaksanakan ibadah shalat.  

"Kalau kebetulan Pak Anies sholat, menjalankan ibadah di tempat itu, lalu masyarakat datang untuk bersua dan sekedar swafoto apa yang salah? Apa bedanya dengan public figure atau artis yang juga mengalami hal seperti itu?" kata Willy ketika dikonfirmasi, Rabu (7/12/2022).

Dalam safari politiknya di Aceh, bakal capres dari Partai Nasdem Anies Baswedan mengajak masyarakat Aceh untuk menyongsong perubahan yang lebih baik pada tahun 2024. "Kita harus ikhtiarkan bersama pada tahun 2024 akan terjadi kesempatan untuk melakukan perubahan," kata Anies Baswedan di Banda Aceh, Sabtu (3/12/2022).

Anies mengemukakan hal itu dalam agenda jalan sehat, bersilaturahmi, dan menyapa ribuan warga Aceh di lapangan terbuka kawasan Pango, Kota Banda Aceh. Anies mengatakan, bahwa Aceh memiliki catatan gemilang tentang perjuangan rakyat, bukan hanya menggulung kolonialisme, melainkan perjuangan untuk menggelar keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Aceh, kata Anies, merupakan sebuah negeri yang memiliki perjalanan panjang, perannya bukan hanya pada tingkat nusantara, melainkan di level dunia. Oleh karena itu, Aceh harus kembali memiliki peran yang besar di kemudian hari.

"Kami ingin ajak semua, mari berjuang bersama demi hadirnya rasa keadilan bagi semuanya, siap kerja bahu-membahu, saling dukung," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Anies juga mengajak masyarakat Aceh untuk menjadi bagian yang mempersatukan, bukan sebagai pemecah belah. Menjangkau semuanya guna menyampaikan pandangan dan pesan positif.

"Bila menghadapi kondisi yang tidak nyaman, berikan senyum, tunjukkan ini rombongan orang-orang berakhlak mulia, orang-orang yang membawa keteduhan," katanya.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengajak masyarakat Aceh untuk menata rasa dari sekarang, bersiap menyampaikan pesan positif dan bersabar melakukannya. "Kami yakin dari Aceh keberhasilan ini akan menular ke tempat-tempat lain di seluruh Indonesia. Saya ingin mengajak, jangkau tetangga, keluarga, kolega, dan ajak semuanya," demikian Anies Baswedan.

Berdasarkan temuan terbaru survei Voxpol Center Research and Consulting yang dilakukan pada November 2022 menunjukkan Anies Rasyid Baswedan unggul di kalangan pemilih berpendidikan tinggi (42,2 persen). Anies kemudian disusul Ganjar Pranowo (31,8 persen), dan Prabawo Subianto (18,8 persen).

Founder sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, segmen pemilih pada pemilihan umum akan terbagi menjadi dua golongan. Yakni kalangan masyarakat terdidik dan golongan umum atau berpendidikan rendah.

Menurut Pangi, kalangan terdidik menjadi salah satu kunci bagi kandidat untuk memperluas dukungan dan memperbesar peluang untuk memenangkan kompetisi. Pemilih di segmen ini biasanya sangat sulit untuk dipengaruhi dan diarahkan untuk mendukung kandidat tertentu, disebabkan mereka pemilih punya sumber informasi dan preferensi cukup memadai yang kemudian menjadi pertimbangan dasar untuk menentukan sikap politiknya secara independen.  

“Namun di sisi lain, pemilih di segmen ini punya kesadaran politik, punya kecenderungan untuk mempengaruhi pemilih lain baik di segmen yang sama atau di segmen pemilih lainnya, sehingga merebut simpati pada cluster pemilih pada segmen berpendidikan tinggi berpotensi memperluas dukungan terhadap kandidat secara keseluruhan,” kata Pangi dalam siaran pers, Selasa (6/12/2022).

Pada Jumat (9/12/2022), Drone Emprit merilis survei November 2022. Berbasis Artificial Intelligence dan Natural Learning Process, Drone Emprit menemukan nama seperti Anies Baswedan,, Ganjar Pranowo, sampai Erick Thohir banyak menghiasi perbincangan warganet.

Sepanjang 1-30 November 2022, pemberitaan dan perbincangan seputar Anies Baswedan jauh di atas tokoh-tokoh politik lainnya. Puncak pembahasan terjadi pada 5 November 2022, yang didorong kunjungan Anies Baswedan ke Kota Medan.

Ganjar Pranowo berada di posisi kedua setelah Anies Baswedan dengan kenaikan yang sangat tinggi pada akhir November. Didorong pembahasan tentang 'rambut putih' yang diucapkan Presiden Jokowi sebagai sosok yang memikirkan rakyat.

"Pergerakan tren yang tinggi juga ditemukan pada Erick Thohir, terutama didorong aktivitas partisipasi BUMN dalam acara G20 dan dukungan agar Erick berkompetisi pada Pilpres 2024," tulis pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, Jumat (9/12/2022).

(***)