Menu

Pakar ITB Ungkap Gempa Turki-Suriah yang Paling Ditakuti Para Ahli, Ini 4 Alasannya

Amastya 10 Feb 2023, 10:55
Pakar ITB sebut gempa Turki-Suriah paling ditakuti para ahli /Tempo.co
Pakar ITB sebut gempa Turki-Suriah paling ditakuti para ahli /Tempo.co

RIAU24.COM - Irwan Meilano selaku pakar Institut Teknologi Bandung (ITB) ikut angkat bicara soal Gempa dengan magnitudo 7,8 yang mengguncang Turki dan Suriah pada Senin, 6 Februari lalu sekitar pukul 04.14 waktu setempat.

Diketahui, pusat gempa tersebut berada di daerah Turki Selatan dengan kedalaman 11 km yang memicu tsunami kecil dengan ketinggian tsunami setinggi 30 cm di Erdemli.

Sumber gempa tersebut merupakan pembangkit tenaga (generator) gempa dahsyat di daratan Turki.

Menanggapi hal itu Irwan menjelaskan terdapat empat alasan gempa Turki bersifat merusak.

Pertama, gempa Turki memiliki magnitudo sebesar 7,8 yang termasuk skala gempa bumi besar. Kedua, pusat gempa Turki berada dekat dengan permukaan tanah yaitu sejauh 18 kilometer.

Gempa Turki yang sekarang merupakan gempa terbesar di Turki setelah gempa dahsyat sebelumnya pada Desember 1939 yang berkekuatan M 7,8 di timur laut Turki, dekat jalur Sesar Anatolia Utara,” ucap pakar gempa dari ITB yang juga Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian itu, dilansir dari website kampus pada Jumat (10/2/2023).

Kemudian alasan ketiga, kata Irwan terjadinya gempa susulan berulang setelah 11 menit dengan kekuatan 6,7 dan beberapa jam kemudian terjadi gempa susulan berkekuatan lebih besar 7,5. Keempat, gempa Turki terjadi di lingkungan yang memiliki struktur bangunan yang tidak bagus.

Dilansir dari situs resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Daryono menjelaskan bahwa gempa Turki itu bersumber dari zona Sesar Anatolia Timur yang merupakan zona sesar aktif diiringi dinamika tektonik Lempeng Arab dan Anatolia.

Hal itu didukung oleh pernyataan Irwan yang menjelaskan bahwa gempa Turki merupakan gempa dengan mekanisme geser (strike-slip).

Gempa Turki termasuk fenomena gempa yang paling ditakuti terjadi oleh para ahli gempa,” ujarnya.

Korban tewas akibat gempa dahsyat yang melanda Turki dan Suriah sudah menembus angka 20.451 orang.

Badan Manajemen Bencana dan Darurat (AFAD) melaporkan jumlah korban tewas di Turki meningkat menjadi setidaknya 17.134 orang dan 70.347 lainnya dilaporkan terluka. Sementara, total kematian di Suriah karena guncangan gempa tersebut setidaknya 3.317 orang.

(***)