Menu

NATO Dalam Bahaya, Rusia Mulai Latihan dengan Rudal Balistik Antarbenua Yars

Riko 29 Mar 2023, 17:44
Foto (net)
Foto (net)

RIAU24.COM - Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan telah memulai latihan dengan sistem rudal balistik antarbenua (ICBM) Yars dan beberapa ribu tentara. Kegiatan ini dipandang sebagai upaya lain Moskow untuk memamerkan kekuatan nuklirnya kepada NATO.

Presiden Vladimir Putin bertujuan untuk membuat sistem rudal Yars, yang menggantikan sistem rudal Topol, bagian dari senjata tak terkalahkan Rusia dan komponen andalan persenjataan nuklirnya yang berbasis darat. 

“Secara total, lebih dari 3.000 personel militer dan sekitar 300 peralatan terlibat dalam latihan tersebut,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan di layanan pesan Telegram seperti dilansir Sindonews dari Al Arabiya, Rabu (29/3/2023). 

Latihan tersebut melibatkan pemeriksaan kontrol komprehensif Pasukan Rudal Strategis terhadap formasi rudal Omsk bersama dengan latihan komando dan staf dengan formasi rudal Novosibirsk yang dilengkapi dengan sistem Yars. 

Selama latihan, kata kementerian itu, sistem seluler Yars akan melakukan manuver di tiga wilayah Rusia. Namun Kementerian Pertahanan Rusia tidak mengidentifikasi wilayah tersebut. 

“Juga, rudal strategis akan melakukan serangkaian tindakan untuk menyamarkan dan melawan sarana pengintaian udara modern bekerja sama dengan formasi dan unit Distrik Militer Pusat dan Pasukan Dirgantara,” kata kementerian itu. 

Ada beberapa karakteristik taktis dan teknis yang dikonfirmasi dari sistem rudal balistik antarbenua mobile Yars, yang dilaporkan memiliki jangkauan operasional 12.000 km. 

Menurut blogger militer, sistem tersebut mampu membawa beberapa hulu ledak nuklir yang dapat ditargetkan secara independen dan dapat dipasang di truk pengangkut atau ditempatkan di silo.

Sejak meluncurkan invasi ke Ukraina pada Februari tahun lalu, Rusia telah melakukan banyak latihan militer sendiri atau dengan negara lain, seperti China atau Afrika Selatan. Rusia juga meningkatkan pelatihan militer dengan Belarusia, yang berbatasan dengan Rusia dan Ukraina, melakukan serangkaian latihan komprehensif selama setahun terakhir.