Menu

Berbanding Terbalik dengan Anies Baswedan, Prabowo Puji Kepemimpinan Jokowi di Haul Habib Munzir

Rizka 28 May 2023, 14:29
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto

RIAU24.COM - Mendekati Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2024, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya di acara Haul Habib Munzir Almusawa. Prabowo berbicara terkait perang Ukraina hingga kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Melansir news.detik.com, Prabowo awalnya bersyukur lantaran Indonesia dalam keadaan rukun. Ia kemudian menyinggung peristiwa perang yang dampaknya bisa merugikan rakyat disuatu negara.

"Seluruh dunia sekarang menghadapi keadaan yang tegang, di Eropa saja yang katanya negara paling maju, negara paling demokratis, di Eropa saja terjadi perang yang maha dahsyat, perang sudah berjalan lebih dari satu tahun antara Ukraine dan Rusia," kata Prabowo, Minggu (28/5).

Prabowo menyebutkan, dari perang itu, diperkirakan 100 ribu lebih tentara Rusia tewas. Bahkan, lanjutnya, hal itu jauh lebih parah dampaknya bagi tentara Ukraina.

Prabowo kemudian membayangkan jika peristiwa tersebut terjadi di Indonesia. Ada kemungkinan, kata dia, dalam waktu 4 tahun tentara RI sudah tidak ada. Untuk itu, dia mengingatkan bahaya perang bagi negara.

"Diperkirakan tentara Rusia saja sudah mati lebih dari 100 ribu dalam satu tahun, tentara Rusia. Tentara Ukraine konon kabarnya lebih dari itu, padahal jumlah penduduknya Rusia mungkin 1/3 jumlah penduduk Indonesia. Apalagi jumlah penduduk Ukraine mungkin 1/10-nya Indonesia," tutur Prabowo.

"Saudara-saudara sekalian, perang di situ kita bisa bayangkan katakanlah tentara Indonesia sekarang seluruhnya 400 ribu, kalau mati 100 ribu dalam 4 tahun tentara kita sudah habis. Kalau dalam satu tahun mati 100 ribu, dalam 4 tahun tentara kita sudah habis," sambungnya.

Ia lantas menjelaskan dampak perang bagi kehidupan di dunia. Ia mencontohkan perang di Rusia dan Ukraina yang membuat beberapa harga pangan menjadi naik.

"Ini kita harus bayangkan dampak perang di situ yang katanya sudah ribuan kilo dari kita berpengaruh kepada kita kehidupan seluruh dunia, karena apa? Karena Ukraine dan Rusia penghasil gandum 30% dari gandum dunia, juga kenapa karena Rusia, Belarus juga memiliki sumber untuk pupuk, kalau pupuk susah, petani kita susah untuk tanam," ungkap Prabowo.

Bacapres Partai Gerindra ini menyebut perang akan berdampak ke kenaikan harga pangan. Meski demikian, ia bersyukur di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo tantangan itu dapat diatasi.

"Harga-harga pangan akan naik, kenapa? Karena Rusia juga penghasil BBM yang terbesar salah satu, kalau perang di situ harga BBM seluruh dunia naik. Kalau BBM naik, semua harga naik, jadi kita patut bersyukur bahwa Indonesia bisa masih tenang, masih bisa mengatasi ekonomi mengatasi COVID," jelas Prabowo.

"Dan ini karena keyakinan kami adalah karena pemerintah kita di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo mampu bersama rakyat, bersama semua komponen rakyat kita mampu bekerja sama, kita mampu kompak, kita mampu damai, kuta mampu rukun," katanya.