Menu

Ukraina Kecam Rusia dan Sebut Hal Ini di Sidang Mahkamah Internasional

Amastya 7 Jun 2023, 08:11
Gambar menunjukkan separatis bersenjata pro-Rusia di atas puing-puing Malaysia Airlines MH17 setelah jatuh di dekat pemukiman Grabovo di wilayah Donetsk, Ukraina, pada 2014 /Reuters
Gambar menunjukkan separatis bersenjata pro-Rusia di atas puing-puing Malaysia Airlines MH17 setelah jatuh di dekat pemukiman Grabovo di wilayah Donetsk, Ukraina, pada 2014 /Reuters

Menurut Kyiv, Moskow telah melanggar konvensi PBB untuk membiayai terorisme dan diskriminasi rasial karena diduga melengkapi dan mendanai pasukan pro-Rusia yang menembak jatuh Malaysia Airlines Penerbangan MH17 di atas Ukraina menewaskan semua 298 penumpang dan awak di dalamnya.

Pesawat Boeing 777 Malaysia Airlines dilaporkan ditembak jatuh oleh rudal buatan Rusia pada bulan Juli. Moskow sejak itu membantah tuduhan ini.

Ada juga kekerasan yang terjadi pada tahun 2014 di Ukraina ketika setidaknya 13.000 orang tewas ketika pengunjuk rasa pro-Uni Eropa menggulingkan pemerintah sekutu Moskow Kyiv. Tidak lama setelah itu Rusia secara paksa mencaplok Krimea.

Dalam pidato pembukaannya, Duta Besar Ukraina Anton Korynevych berbicara tentang penghancuran bendungan Nova Kakhovka yang oleh Kyiv disalahkan oleh Moskow.

"Rusia tidak dapat mengalahkan kami di medan perang, jadi itu menargetkan infrastruktur sipil untuk mencoba membekukan kami agar tunduk," kata diplomat Ukraina itu.

Dia menambahkan, "Tindakan Rusia adalah tindakan negara teroris, agresor. Tetapi tindakan seperti itu tidak muncul tiba-tiba. Mereka adalah hasil tragis tetapi logis dari situasi yang kami bawa ke perhatian pengadilan ini pada tahun 2017."

Halaman: 123Lihat Semua