Menu

Studi: Paparan Wewangian Tertentu Saat Tidur Dapat Membantu Otak Bekerja Lebih Baik

Amastya 4 Aug 2023, 17:24
Dengan meningkatkan udara dengan berbagai aroma, hubungan langsung antara memori dan daerah pengambilan keputusan otak dapat diperkuat, berpotensi menawarkan pertahanan terhadap penurunan kognitif dan gangguan seperti demensia /net
Dengan meningkatkan udara dengan berbagai aroma, hubungan langsung antara memori dan daerah pengambilan keputusan otak dapat diperkuat, berpotensi menawarkan pertahanan terhadap penurunan kognitif dan gangguan seperti demensia /net

RIAU24.COM - Di ranah indera manusia, aroma sering menerima perhatian yang jauh lebih sedikit daripada penglihatan dan suara.

Namun, penelitian dari University of California, Irvine menunjukkan bahwa memanfaatkan kekuatan wewangian bisa menjadi strategi sederhana namun bintang untuk mempertahankan fungsi kognitif di usia tua.

Dengan meningkatkan udara dengan berbagai aroma, hubungan langsung antara memori dan daerah pengambilan keputusan otak dapat diperkuat, berpotensi menawarkan pertahanan terhadap penurunan kognitif dan gangguan seperti demensia, menurut Science Alert.

Eksperimen terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di University of California, Irvine, telah mengungkap bukti kuat yang menunjukkan peran wewangian dalam meningkatkan kinerja kognitif.

Pendekatan ini berasal dari pemahaman bahwa memelihara aktivitas otak yang menua sangat penting untuk mempertahankan kesejahteraan kognitif.

Ini melibatkan lebih dari sekadar terlibat dalam latihan mental rutin; Ini memerlukan membenamkan lingkungan kita dengan sejumlah besar pengalaman sensorik yang dapat terlibat dengan otak.

Perhubungan penciuman dengan otak

Aroma memiliki kemampuan luar biasa untuk membangkitkan kenangan yang kuat, bahkan dari masa lalu yang jauh. Sementara gangguan penglihatan dan pendengaran ditangani melalui intervensi seperti kacamata dan alat bantu dengar, tidak ada intervensi untuk kehilangan penciuman.

Untuk menggali potensi stimulasi sensorik dalam menjaga fungsi kognitif, Yassa dan timnya melakukan penelitian yang melibatkan 20 partisipan.

Para relawan ini terpapar minyak alami yang diresapi dengan wewangian seperti mawar, jeruk, kayu putih, lemon, peppermint, rosemary, dan lavender.

Kelompok lain menerima bau 'palsu' dengan jejak aroma minimal.

Selama enam bulan, peserta menggunakan diffuser untuk membubarkan aroma ini di rumah mereka selama dua jam setiap malam.

Penilaian neuropsikologis digunakan untuk mengevaluasi memori, pembelajaran verbal, perencanaan, dan kemampuan mengalihkan perhatian sebelum dan sesudah masa percobaan.

Menjelajahi neuroplastisitas melalui aroma

Konsep memperkaya lingkungan untuk merangsang plastisitas kognitif bukanlah hal baru, terutama di dunia hewan.

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa memasukkan bau ke dalam lingkungan hewan dapat meningkatkan neuroplastisitas, terutama pada makhluk yang menunjukkan gejala yang mirip dengan gangguan neurologis manusia.

Pengamatan ini membuka pintu bagi gagasan bahwa manusia juga bisa mendapatkan keuntungan dari pemandangan aroma yang kompleks.

Menariknya, ada korelasi erat antara penurunan kemampuan penciuman dan penurunan kognitif, mengisyaratkan interkoneksi mendalam antara indera penciuman dan fungsi neurologis.

(***)