Menu

Gerindra Respon Soal Grace PSI Ungkit Penyesalan Prabowo: Ada yang Pelintir!

Zuratul 28 Aug 2023, 16:38
Gerindra Respon Soal Grace PSI Ungkit Penyesalan Prabowo: Ada yang Pelintir!. (Disway/Foto)
Gerindra Respon Soal Grace PSI Ungkit Penyesalan Prabowo: Ada yang Pelintir!. (Disway/Foto)

RIAU24.COM - Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pernyataan Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie telah dipelintir terkait Prabowo Subianto.

Pernyataan yang dia maksud terkait penyesalan Prabowo terhadap kelompok-kelompok intoleran usai Pilpres 2019 yang tersebar di media sosial.

"Di media sosial, ada pihak yang berusaha memelintir pernyataan Grace Natalie bahwa Pak Prabowo telah kecewa terhadap umat Islam," ujar Dasco dalam keterangannya, Senin (28/8).

Padahal, kata Dasco, pernyataan Grace yang dianggap viral itu tidak utuh dan memelintir fakta yang ada. Ia menilai pelintiran itu hanya berupaya menimbulkan kegaduhan.

"Narasi negatif dan fakta yang tidak belum terverifikasi dengan isu politik identitas tidak hanya dapat merusak nama Pak Prabowo dari segi elektabilitas, akan tetapi negara juga dapat dirugikan secara dampak stabilitas," tuturnya.

Ia lantas mengimbau media massa yang memuat narasi negatif itu untuk mengkaji lebih dalam dan mencari fakta kebenaran.

"Jangan sampai pemberitaan dipenuhi dengan narasi negatif yang membingungkan publik. Media massa yang memuat narasi yang kurang pas tersebut selayaknya harus terus mengedukasi publik dalam memperoleh informasi," kata dia.

Menurutnya, narasi negatif terhadap Prabowo Subianto mulai marak terdengar menjelang Pilpres 2024.

Isu-isu tersebut menyangkut penculikan, pelanggaran HAM, kebangkitan Orde Baru, kejahatan lingkungan, dan politik identitas terhadap Prabowo.

"Setiap memasuki tahun perjuangan, Pak Prabowo kerap mendapat narasi negatif daur ulang. Semua tudingan yang ditujukan, sangat mudah untuk dijawab dan dipatahkan," ucapnya.

Ia mengatakan banyak pihak yang khawatir dengan elektabilitas Prabowo yang tinggi akhir-akhir ini. Oleh sebab itu, isu baru seperti kejahatan lingkungan digaungkan.

"Saat ini elektabilitas Pak Prabowo di angka tertinggi, membutuhkan narasi negatif yang baru untuk mendegradasi posisi. Kali ini, mereka kembali membuat narasi negatif yang baru dengan isu politik identitas," tuturnya.

Dasco menilai tujuan isu tersebut untuk membenturkan Prabowo dengan umat Islam. Dirinya juga mengatakan banyak pihak mencoba memelintir narasi sejumlah tokoh yang berhubungan dengan isu agama.

Sebelumnya, Grace membocorkan percakapan santai Prabowo soal yang pernah dekat dengan kelompok intoleran.

"Ya itu memang kita kritisi. Tapi beliau dalam percakapan santainya, tersiratnya sih saya lupa kata-kata persisnya. Tersiratnya, beliau menyiratkan penyesalan lah pernah mengambil langkah itu," ujar Grace dalam kanal YouTube Total Politik, Sabtu (12/8).

Menurut Grace, Prabowo sempat berkelakar bahwa ada salah satu tokoh yang merapat ke pihak lain dan menjadi lawan politik bagi menteri pertahanan itu.

"Jadi ketika ada salah stau tokoh yang tadinya enggak ke situ beliau guyonnya begini. Saya sekarang ke sini, kenapa beliau ke sana. Begitu, jadi kurang lebih gitu," ucapnya.

Ia merasa pernyataan Prabowo itu seakan-akan menggambarkan sebuah penyesalan. Akan tetapi, Grace mengaku tak menanyakan hal itu lebih lanjut kepada Prabowo.

"Jadi kan tersiratnya penyesalan, saya juga enggak berusaha mendalami nanya lebih jauh. Yang saya tangkap begitu," kata dia.

(***)