Menu

Stres di Tempat Kerja Bikin Risiko Sakit Jantung Naik 2 Kali Lipat!

Devi 20 Sep 2023, 18:44
Stres di Tempat Kerja Bikin Risiko Sakit Jantung Naik 2 Kali Lipat!
Stres di Tempat Kerja Bikin Risiko Sakit Jantung Naik 2 Kali Lipat!

RIAU24.COM - Sebuah penelitian terbaru menemukan, pekerja laki-laki yang stres dan merasa kurang dihargai di tempat kerjanya memiliki risiko dua kali lebih besar terkena penyakit jantung mematikan. Temuan tersebut diungkapkan dalam makalah yang baru saja dipublikasikan dalam Journal of American Heart Association, Circulation: Cardiovaskular Quality and Outcomes.

Tim peneliti dari Kanada menghabiskan hampir dua dekade untuk mempelajari stres atau ketidakseimbangan serta kaitannya dengan risiko penyakit jantung koroner. Ditemukannya, pria yang berjuang dengan salah satu masalah ini mengalami peningkatan risiko penyakit jantung sebesar 49 persen, dibandingkan dengan pria yang tidak mengalami stres.

Mereka juga menemukan, pria yang mengalami stres dan ketidakseimbangan antara usaha dan penghargaan di tempat kerja tersebut memiliki risiko dua kali lipat terkena penyakit jantung, dibandingkan orang-orang yang tidak mengalami kondisi serupa

Disorotinya, efek tersebut serupa dengan dampak buruk obesitas terhadap kesehatan pria.

"(Penelitian) mengacu pada lingkungan kerja tempat karyawan menghadapi kombinasi tuntutan pekerjaan yang tinggi dan rendahnya kendali atas pekerjaan mereka," ungkap penulis utama studi Mathilde Lavigne-Robichaud, dikutip dari New York Post, Rabu (20/9/2023).

"Karyawan menginvestasikan upaya yang besar dalam pekerjaan mereka, namun mereka menganggap imbalan yang mereka terima sebagai imbalannya seperti gaji, pengakuan atau keamanan kerja tidak mencukupi atau tidak setara dengan upaya tersebut," ujarnya lebih lanjut.

Tercatat sepanjang 2021, sekitar 695.000 orang meninggal karena penyakit jantung. Artinya, sebanyak 1 dari setiap 5 kematian disebabkan oleh penyakit tersebut.

Untuk melakukan penelitian ini, para peneliti mengamati 6.465 pekerja pria dan wanita, selama total 18 tahun, terhitung dari 2000 hingga 2018. Seluruh pekerja tersebut sebelumnya tidak memiliki penyakit kardiovaskular.

Dari pasien tersebut, sebanyak 3.118 adalah laki-laki dan 3.347 perempuan, dengan usia rata-rata 45 tahun.

"Mengingat banyaknya waktu yang dihabiskan orang di tempat kerja, memahami hubungan antara penyebab stres kerja dan kesehatan kardiovaskular sangat penting bagi kesehatan masyarakat dan kesejahteraan tenaga kerja," kata Lavigne-Robichaud.

"Studi kami menyoroti kebutuhan mendesak untuk secara proaktif mengatasi kondisi kerja yang penuh tekanan, untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat yang menguntungkan karyawan dan pemberi kerja," imbuhnya.

Namun meski penelitian tersebut melibatkan responden pria dan wanita, peneliti tidak bisa menemukan hubungan antara stres pada wanita dan kaitannya dengan risiko penyakit jantung.

"Hasil kami menunjukkan bahwa intervensi yang bertujuan mengurangi pemicu stres dari lingkungan kerja bisa sangat efektif bagi laki-laki dan juga bisa berdampak positif bagi perempuan, karena faktor stres ini terkait dengan masalah kesehatan umum lainnya seperti depresi," pungkas Lavigne-Robichaud. ***