Menu

Robbie Williams Ngaku Idap 'Manopause', Bikin Botak sampai Libidonya Rendah

Devi 2 Nov 2023, 08:25
Robbie Williams Ngaku Idap 'Manopause', Bikin Botak sampai Libidonya Rendah
Robbie Williams Ngaku Idap 'Manopause', Bikin Botak sampai Libidonya Rendah

RIAU24.COM - Penyanyi dan penulis lagu Robbie Williams beberapa waktu lalu curhat mengenai kondisi tubuhnya karena 'manopause' atau 'male menopause'. Kondisi pria yang sebentar lagi akan berusia 50 tahun itu membuatnya harus bisa berjuang melawan kebotakan, penurunan libido, insomnia, dan kelelahan yang luar biasa.

Menurutnya, kondisi tersebut bisa terjadi akibat kebiasaan berpesta yang ia lakukan ketika muda. Kebiasaan tersebut akhirnya membuat tubuhnya merasa lelah dan kekurangan hormon-hormon penting.

"Rambutku menipis, testosteron mulai menghilang. Saya sudah mencoba berbagai bahan alami yang baik. Aku kini mengidap 'manopause'," ujar Robbie dikutip dari NDTV, Rabu (7/11/2023).

 "Putri saya bilang 'Ayah pemalas'. Saya tidak suka dengan istilah 'malas' karena begitulah saya ketika masih muda. Kenyataannya saya kelelahan karena apa yang saya lakukan pada diri di tahun 90an dan sekitar tahun 2000an," sambungnya.

Tidak hanya itu saja, ia juga buka-bukaan terkait kecanduannya terhadap makanan dan obat-obatan. Ia mengaku sering mengonsumsi Zopiclone agar bisa tidur. Kebiasaan tersebut mulai ia lakukan ketika keluar dari grup vokal 'Take That'.

"Saya punya pola tidur yang berbeda dari orang lain. Saya tertidur jam enam pagi tidak ada yang bisa saya lakukan untuk mengatasinya. Saya tidur jam 11 malam dan saya hanya berbaring dan terjaga sampai jam lima pagi. Gara-gara kondisi ini, istriku tidak bisa menemuiku sampai jam satu siang," pungkasnya.

Apa Itu Male Menopause?

Menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), male menopause atau menopause pria merupakan istilah yang kerap digunakan masyarakat untuk kondisi andropause. Istilah tersebut digunakan lantaran menunjukkan gejala yang mirip dengan menopause pada wanita.

Meskipun testosteron menurun seiring bertambahnya usia pria, penurunan tersebut stabil sekitar 1 persen per tahun pada usia 30 hingga 40 tahun. Kondisi tersebut tidak menimbulkan permasalahan yang signifikan.

Kondisi andropause ditunjukkan melalui gejala fisik dan emosional yang berkembang ketika pria mencapai usia akhir 40an hingga awal 50an tahun.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti masalah gaya hidup dan psikologis. Beberapa contohnya adalah kebiasaan merokok, gangguan jantung, stres, hingga depresi.

Berikut ini adalah beberapa gejala menopause pria yang dapat terjadi:

  • Perubahan suasana hati dan menjadi lebih mudah tersinggung
  • Hilangnya massa otot dan berkurangnya kemampuan berolahraga
  • Redistribusi lemak seperti perut membesar dan munculnya 'payudara'
  • Antusiasme berkurang
  • Kesulitan tidur dan mudah lelah
  • Konsentrasi dan memori jangka pendek memburuk