Menu

Pesan Gibran ke Pendukung: Kalau Banyak Fitnah dan Nyinyiran, Senyumin Aja

Zuratul 12 Nov 2023, 20:25
Pesan Gibran ke Pendukung: Kalau Banyak Fitnah dan Nyinyiran, Senyumin Aja. (X/Foto)
Pesan Gibran ke Pendukung: Kalau Banyak Fitnah dan Nyinyiran, Senyumin Aja. (X/Foto)

RIAU24.COM -Bakal cawapres Gibran Rakabuming Raka kembali memberikan pesan ke partai-partai pendukungnya cara menghadapi serangan fitnah hingga nyinyiran. 

Dia meminta para pendukung agar santai merespons serangan itu.

"Ya ini saya tekankan ke bapak ibu semua, teman-teman Koalisi Indonesia Maju. Ini kalau banyak serangan, banyak fitnah, banyak nyinyiran, didiamkan saja, disenyumin saja," kata Gibran di acara konsolidasi Koalisi Indonesia Maju (KIM) Sumatera Selatan di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumsel, Minggu (12/11/2023).

Gibran menyinggung hasil elektabilitas di papan-papan survei. 

Dia meminta para pendukung terus memantau perkembangan hasil survei elektabilitas agar dapat menang satu putaran di Pemilu 2024.

"Kalau ada berita surveinya jelek berarti kita harus kerja keras lagi. Kalau ada berita surveinya bagus harus kerja keras lagi pokoknya kita banyak diam, banyak bekerja. Ya kalau ada serangan nggak perlu dikomentari, nggak perlu diklarifikasi," kata Gibran.

"Memang harus santai dan kalau teman-teman lihat survei, ya memang surveinya seperti itu. Kalau trennya seperti itu, ya artinya memang benar-benar satu putaran. Jadi kita harus kerja keras lagi," sambungnya.

Gibran lantas meminta para pendukungnya terus meningkatkan kerja keras turun ke bawah agar menang satu putaran. 

Dia pun kembali menegaskan agar KIM fokus kerja ke masyarakat dan tak melakukan serangan ke pihak lain.

"Ya perbanyak pertemuan-pertemuan di akar rumput, pertemuan-pertemuan di kampung-kampung tingkat RT RW, tingkat desa, perbanyak pertemuan warga konsolidasi. Pokoknya kita banyak turun ke bawah. Insyaallah nanti benar-benar bisa satu putaran," katanya.

"Sekali lagi bapak ibu, kalau ada bully-an, kalau ada nyinyiran, kalau ada fitnah, didiamkan saja tidak perlu ditanggapi. Kita tidak perlu juga menjelek-jelekkan pasangan lain," kata dia.

(***)