Menu

Giliran Taliban Respons Perang Israel di Gaza

Zuratul 18 Nov 2023, 18:19
Giliran Taliban Respons Perang Israel di Gaza. (Al-Monitor/Foto)
Giliran Taliban Respons Perang Israel di Gaza. (Al-Monitor/Foto)

RIAU24.COM -Kelompok penguasa Pemerintahan Afghanistan, Taliban, buka suara soal perang Israel di Gaza, Palestina. 

Hal ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Afghanistan, Abdul Qahar Balkhi, Jumat (17/11/2023).

Dalam sebuah laporan Anadoly Agency, Balkhi menyebut Barat dan organisasi internasional memiliki standar ganda saat menghadapi tindakan Israel di Gaza

Ini memperkuat keyakinan bahwa hak asasi manusia (HAM) adalah taktik perang yang digunakan untuk mencapai tujuan politik.

"Bertentangan dengan semua norma kemanusiaan, sudah lebih dari 40 hari sejak pasukan Zionis melakukan tindakan brutal di Jalur Gaza dan, setiap hari, mereka terus melanggar semua aturan perang," katanya dalam laporan yang juga dikutip Middle East Monitor itu.

"Kantor media pemerintah di Gaza mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tentara Israel, sejauh ini, telah menargetkan 52 pusat kesehatan dan 55 ambulans, sementara 25 rumah sakit kehabisan layanan karena pemboman atau kekurangan bahan bakar dan pasokan medis," tambahnya.

Kabul sendiri meminta PBB dan badan-badan hak asasi manusia lainnya untuk mencegah "kebrutalan yang berkelanjutan". 

Lembaga itu diharap mengambil "posisi yang jujur, transparan dan adil dalam menghadapi kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh Zionis terhadap rakyat Gaza".

Taliban juga "dengan keras" mendesak negara-negara Arab dan Islam untuk menanggapi tangisan umat Islam yang tertindas di Gaza

Termasuk memenuhi tanggung jawab agama dan kemanusiaan mereka melalui posisi dan langkah yang efektif dan bermakna.

Sejak 7 Oktober, setidaknya 11.500 warga Gaza Palestina telah terbunuh, termasuk lebih dari 7.800 perempuan dan anak-anak. 

Sementara lebih dari 29.200 lainnya terluka karena serangan Israel.

Ribuan bangunan, termasuk rumah sakit, masjid dan gereja, juga telah rusak atau hancur akibat serangan udara dan darat yang tiada henti dari Israel terhadap wilayah kantong yang terkepung tersebut. 

Terbaru pengepungan juga dilakukan Israel ke RS Gaza, termasuk yang terbesar RS Al-Shifa meski itu menyalagi aturan perang.

Sementara itu, korban tewas di Israel adalah sekitar 1.400 orang. 

Selain itu, ada 239 warga Negeri Yahudi itu yang disandera oleh pihak Hamas

(***)