Menu

Gunung Marapi Meletus, Sumatera Barat Diliputi Lapisan Abu Vulkanik

Amastya 4 Dec 2023, 08:43
Gunung berapi Marapi /X
Gunung berapi Marapi /X

RIAU24.COM - Gunung berapi Marapi yang terletak di Sumatera Barat meletus dan melepaskan segumpal abu vulkanik mencapai 3.000 meter (9.843 kaki) ke langit.

Laporan media yang mengutip badan penanggulangan bencana (BNPB) mengatakan bahwa letusan terjadi pada pukul 2.54 WIB.

Letusan gunung berapi disertai dengan penyebaran abu vulkanik yang kuat di desa-desa terdekat, membuat jalan dan mobil dilapisi lapisan abu. Penampakan ini dapat dilihat dalam gambar yang dirilis oleh BNPB.

Menanggapi letusan, pihak berwenang telah menerapkan langkah-langkah keamanan yang ketat, melarang penduduk dan pengunjung terlibat dalam kegiatan apa pun dalam radius 3 kilometer dari kawah gunung berapi.

Tingkat siaga untuk gunung Marapi telah dinaikkan ke tertinggi kedua.

Ade Setiawan, seorang pejabat di unit penanggulangan bencana setempat (BPBD), ketika berbicara tentang pentingnya tindakan pencegahan, dilaporkan mengatakan, "Kami telah membagikan masker kepada warga dan mendorong mereka untuk tinggal di dalam rumah mereka."

Masker dibagikan

Distribusi masker sedang dilakukan oleh pihak berwenang untuk mengurangi risiko kesehatan yang terkait dengan menghirup partikel abu vulkanik, yang dapat menimbulkan masalah pernapasan.

Indonesia, yang terletak di ‘Cincin Api’ Pasifik yang terkenal kejam, adalah rumah bagi 127 gunung berapi aktif, menurut badan vulkanologi.

Aktivitas vulkanik yang sering terjadi di wilayah ini menunjukkan kerentanan negara terhadap bencana alam dan pihak berwenang waspada dan memantau kesiapsiagaan.

Indonesia adalah negara kepulauan yang luas yang terdiri dari ribuan pulau di dalam Cincin Api, zona berbentuk tapal kuda yang mengelilingi Samudra Pasifik, ditandai dengan aktivitas seismik dan vulkanik yang tinggi.

Aktivitas tektonik di Cincin Api Pasifik adalah hasil dari pergerakan beberapa lempeng tektonik di bawah permukaan bumi.

Indonesia, khususnya, berada di konvergensi beberapa lempeng tektonik utama, termasuk Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Eurasia.

Interaksi lempeng ini menciptakan lingkungan geologis yang dinamis, yang mengarah pada pembentukan banyak gunung berapi dan risiko gempa bumi yang tinggi.

(***)