Menu

Putin 'Turun Gunung' Kunjungi UEA dan Arab Saudi saat Perang Menggila di Timur Tengah 

Zuratul 6 Dec 2023, 10:25
Putin 'Turun Gunung' saat Perang Menggila di Timur Tengah. (www3.nhk.or.jp/Foto)
Putin 'Turun Gunung' saat Perang Menggila di Timur Tengah. (www3.nhk.or.jp/Foto)

RIAU24.COM -Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan perjalanan ke Uni Emirat Arab dan Arab Suadi hari ini, Rabu (6/12). 

Perjalanan luar negeri ini jarang terjadi, dimana bakal membahasa perang Israel-hamas seiring upaya Moskow menegaskan kembali perannya di Timur Tengah. 

Melansir teh Guardian, dengan kemungkinan surutnya gencatan senjata di GAza, Putin melakukan perjalanan kelimanya ke luar negeri sejak Mahkamah Pudana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan dirinya pada Maret. 

Dimana Putin di tuduh bertanggung jawab atas deportasi anak-anak Ukraina ke Rusia. 

Sebelumnya pada Juli, ia melewatkan pertemuan puncak di Pretoria karena khawatir tuan rumah di Afrika Selatan akan merasa berkewajiban menangkapnya. 

Baik UEA maupun Arab Saudi belum menandatangani perjanjian pendirian ICC, yang secara otomatis tidak perlu menangkapnya. 

Hamas, yang oleh sebagian negara Barat dianggap sebagai kelompok teroris, memiliki hubungan baik dengan Rusia dan sering mengirimkan delegasi ke Moskow. 

Qatar, yang menjadi lawan bicara Hamas yang disukai Barat, tidak dapat menemukan dasar untuk pertukaran sandera lebih lanjut antara Israel dan kelompok Palestina, yang merupakan prasyarat bagi jeda kemanusiaan yang kedua, sehingga Putin tidak akan mengalami banyak kerugian jika melakukan intervensi sekarang.

Pada Kamis dia akan menjamu presiden Iran, Ebrahim Raisi. 

Kedua pemimpin terakhir kali berbicara melalui telepon pada 16 Oktober.

Raisi tidak mampu membujuk para pemimpin negara-negara Teluk untuk berbuat lebih banyak guna mendukung Hamas, seperti menerapkan boikot minyak terhadap Israel.

Sementara itu, Iran telah dituduh oleh Israel dan Inggris berada di balik serangan di Laut Merah yang dilakukan oleh pemberontak Houthi terhadap pelayaran internasional jalur barat. 

Negara-negara Barat menuduh Teheran mendukung serangan Rusia di Ukraina dengan menyediakan drone dan persenjataan lainnya dalam jumlah besar.

(***)