Menu

Kasus COVID-19 Nanjak Lagi, Masih Butuh Vaksin Corona Dosis Ke-5?

Devi 11 Dec 2023, 19:18
Kasus COVID-19 Nanjak Lagi, Masih Butuh Vaksin Corona Dosis Ke-5?
Kasus COVID-19 Nanjak Lagi, Masih Butuh Vaksin Corona Dosis Ke-5?

RIAU24.COM - Kasus COVID-19 dilaporkan kembali meningkat di sejumlah negara termasuk di Indonesia. Masyarakat juga diminta untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul peningkatan kembali kasus COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir.

Peningkatan kasus COVID-19 selain karena varian baru, juga diduga karena mobilitas masyarakat yang cenderung naik. Di samping itu ada juga dugaan karena imunitas menurun karena belum vaksinasi COVID-19 atau booster.

"Kalau dia sudah lengkap 4 kali vaksin, sudah cukup, yang menjadi kekhawatiran kita itu, kalau baru satu, dua kali," kata Kepala Biro Komunikasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi kepada detikcom, Senin (11/12/2023).

Untuk meningkatkan cakupan vaksinasi COVID-19, Kemenkes memastikan stoknya masih bisa didapatkan secara gratis di puskesmas, rumah sakit, atau pos vaksinasi terdekat di daerah masing-masing. Cara mendapatkannya hanya perlu menunjukkan KTP atau identitas lainnya kepada petugas vaksinasi.

Cakupan Vaksin Booster Masih Rendah
Dilihat dari situs Vaksinasi COVID Kemenkes per 11 Desember 2023, capaian vaksinasi dosis ketiga baru mencapai 38,17 persen persen atau sekitar 69,3 juta orang. Masih sangat jauh dari sasaran vaksinasi yakni 234 juta penerima.

Sementara itu total penerima booster kedua atau vaksinasi keempat masih 2 persen atau 3,6 juta penduduk. Di kelompok rentan seperti lanjut usia bahkan baru 529 ribu orang yang mendapatkan booster kedua.

Saat ini angka cakupan vaksinasi COVID-19 juga cenderung stagnan di angka 86,88 persen untuk dosis pertama dan 74,56 persen penerima dosis kedua.

Hingga akhir tahun ini, pemberian vaksin COVID-19 masih gratis untuk seluruh masyarakat sebelum nantinya akan berbayar.

"Lakukan vaksinasi booster, sampai akhir tahun masih gratis untuk seluruh masyarakat. Tahun depan, hanya untuk kelompok rentan seperti lansia dan orang dengan penyakit penyerta serta immunocompromised," tandasnya. ***