Menu

Update Korban Ledakan Smelter PT ITSS: 18 Pekerja Tewas, 8 Diantaranya Tenaga Kerja Asing 

Zuratul 27 Dec 2023, 13:34
Update Korban Ledakan Smelter PT ITSS: 18 Pekerja Tewas, 8 Diantaranya Tenaga Kerja Asing. (X/Foto)
Update Korban Ledakan Smelter PT ITSS: 18 Pekerja Tewas, 8 Diantaranya Tenaga Kerja Asing. (X/Foto)

RIAU24.COM -Otoritas PT Industrial Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menyebutkan hingga Selasa (27/12) korban meninggal dunia bertambah jadi 18 orang. 

Korban meninggal imbas dari ledakan tungku smelter nikel PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Sulawesi Tengah (Sulteng). 

Dari 18 orang yang teridentifikasi, 10 orang di antaranya adalah tenaga kerja asal Indonesia dam 8 tenaha kerja asing (TKA) asal China. 

"Para korban meninggal inim telah diberangkatkan ke rumah keluarga mereka masing-masing," ungkap Media Relations Head PT IMIP, Dedy Kurniawan melansir CNNIndonesia.com, Rabu 27 Desember 2023. 

Sedangkan untuk TKA, kata Dedy, PT IMIP telah berkoordinasi dengan instansi yang berwenang dalam pemberangkatan jenazah para korban ke Makassar, sebelum akhirnya diterbangkan ke Tiongkok. 

Dedy melanjutkan, bahwa saat ini proses investigasi pada sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) masih dilakukan. 

"Saat ini, sedang dilakukan investigasi pada sistem K3 di lokasi kejadian yang berada di Kawasan Industri IMIP," lanjutnya. 

Perusahaan, kata Dedy, mempercayakan proses pendalaman penyebab kejadian kecelakaan kerja di PT ITSS kepada pihak berwenang dan menjamin kerja sama dengan para pihak terhadap rekomendasi penanganan dampak yang muncul sesuai tata hukum yang berlaku.

"Perusahaan siap melakukan segala bentuk perbaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Morowali, AKBP Suprianto mengatakan bahwa sampai saat ini penyelidikan terkait ledakan tungku smelter nikel PT ITSS yang terjadi pada Minggu (24/12), dengan melibatkan Tim Laboratorium Forensik Polri masih terus dilakukan.

"Belum (ada hasil penyelidikan), kegiatan (penyelidikan) masih berlangsung," kata Suprianto. 

(***)