Menu

2023 Jadi Tahun Terpanas Bumi, Ahli Ungkap Biang Keroknya

Devi 10 Jan 2024, 16:28
2023 Jadi Tahun Terpanas Bumi, Ahli Ungkap Biang Keroknya
2023 Jadi Tahun Terpanas Bumi, Ahli Ungkap Biang Keroknya

RIAU24.COM - 2023 memecahkan rekor sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah yang pernah tercatat dengan selisih yang sangat besar. Kondisi ini dinilai memperlihatkan betapa berbahayanya iklim saat ini yang terjadi.
Dikutip dari The Guardian, Suhu bumi 1,48 derajat celsius lebih panas pada tahun 2023 dibandingkan dengan periode sebelum pembakaran bahan bakar fosil secara massal yang memicu krisis iklim. Angka tersebut sangat mendekati ambang batas 1,5 derajat celcius.

Para ilmuwan di Copernicus Climate Change Service (CCCS) Uni Eropa mengatakan kemungkinan suhu ambang batas tersebut akan terlampaui untuk pertama kalinya dalam 12 bulan ke depan.

Suhu rata-rata pada tahun 2023 adalah 0,17 derajat celcius lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2016 yang mencatatkan rekor terpanas sebelumnya. Hal ini menandai peningkatan yang sangat besar dalam persoalan iklim.

Penyebab utama peningkatan pemanasan global ini adalah terus meningkatnya emisi karbon dioksida yang dibantu dengan kembalinya fenomena iklim El Nino.

Temperatur yang tinggi ini menyebabkan gelombang panas, banjir, kebakaran hutan, mempengaruhi kesehatan masyarakat, hingga merusak kehidupan dan mata pencaharian di seluruh dunia. Analisis menunjukkan beberapa cuaca ekstrem yang terjadi di berbagai wilayah di dunia tidak mungkin terjadi tanpa pemanasan global akibat ulah manusia.

"2023 adalah tahun yang luar biasa dengan rekor iklim yang berjatuhan seperti kartu domino. Suhu pada 2023 kemungkinan besar melebihi suhu pada periode manapun setidaknya dalam 100 ribu tahun terakhir," ucap wakil direktur CCCS Samantha Burgess.

Data CCCS menunjukkan pada tahun 2023 menjadi tahun pertama yang pernah tercatat ketika setiap hari suhunya setidaknya 1 derajat celcius lebih hangat dibandingkan dengan rekor pra-industri 1850-1900.

Ratusan penelitian ilmiah menunjukkan krisis iklim menyebabkan cuaca ekstrem menjadi lebih ekstrem dan lebih sering terjadi. Meskipun tahun 2023 dianggap oleh banyak orang sebagai tahun di mana pemanasan global semakin cepat, para ilmuwan mengatakan suhu yang lebih tinggi sejalan dengan perkiraan akibat peningkatan emisi karbon.

Namun, kecepatan dan intensitas dampak cuaca buruk membuat banyak ahli khawatir.

Analisis terpisah yang dilakukan oleh Badan Meteorologi Jepang memberikan hasil yang sangat mirip dengan Copernicus, dengan rekor suhu 1,43 derajat celcius di atas suhu pra-industri pada tahun 2023 dan mengalahkan rekor sebelumnya sebesar 0,14 derajat celcius. ***