Menu

Pakar Asing Prediksi Jika RI di Bawah Tangan Prabowo, Medan 'Tarung' AS-China 

Zuratul 29 Feb 2024, 15:25
Pakar Asing Prediksi Jika RI di Bawah Tangan Prabowo, Medan 'Tarung' AS-China. (@prabowo)
Pakar Asing Prediksi Jika RI di Bawah Tangan Prabowo, Medan 'Tarung' AS-China. (@prabowo)

RIAU24.COM -Pakar studi Asia dari lembaga think tank di Amerika Serikat Wilson Center, Lucas Myers, memprediksi posisi Indonesia dalam geopolitik global di bawah Prabowo Subianto jika menjadi presiden.

Myers memandang Indonesia bakal menjadi medan tarung pengaruh Amerika Serikat dan China. 

Ia menuliskan pandangannya dalam artikel berjudul "Indonesia's 2024 Election and Its Implications for US Foreign Policy" pada pertengahan Februari lalu.

Dari sudut pandang AS, lanjut dia, kemenangan Prabowo lebih dari sekedar penting bagi demokrasi Indonesia.

"Lokasi Jakarta yang strategis di Indo-Pasifik, ukurannya yang besar, dan peran kepemimpinannya yang berkembang di Asia Selatan dan Tenggara memerlukan perhatian AS," ujar Myers dalam artikelnya.

Singkatnya, kontur kebijakan luar negeri Indonesia dalam kaitannya dengan AS dan China kemungkinan besar tak akan banyak berubah di bawah kepemimpinan presiden mendatang.

Myers menyatakan Indonesia telah lama mempraktikkan "kebijakan luar negeri yang independen dan aktif" untuk melindungi dari ketergantungan atau kerentanan terhadap kekuatan luar.

"Oleh karena itu, kita bisa memperkirakan bahwa Jakarta di bawah kepemimpinan Prabowo akan terus menerapkan - dan mungkin mempercepat- kebijakan luar negeri yang lebih aktif," ujar dia.

Myers juga menilai Prabowo akan lebih fokus ke kebijakan luar negeri jika dibandingkan dengan Jokowi, terutama terkait masalah keamanan.

Kondisi semacam itu memberikan peluang bagi AS. Myers mengatakan hubungan Indonesia dan Negeri Paman Sam membutuhkan perhatian besar dari para pengambil kebijakan.

AS dan RI ingin mengembangkan kebijakan di sisi pertahanan. 

Langkah ini tercermin usai Prabowo menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pertahanan dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin pada akhir 2023.

Mengingat besarnya minat Prabowo terhadap masalah keamanan, Myers menyarankan bidang pertahanan harus menjadi prioritas utama untuk melakukan pendekatan.

Namun di saat yang sama, rasa frustrasi menghalangi hubungan bilateral kedua negara karena pandangan soal kedekatan Indonesia dengan China.

"Washington memandang Indonesia sebagai medan pertempuran utama untuk mendapatkan pengaruh dalam persaingan negara-negara besar," ujar dia.

Myers lalu berkata, "Banyak juga yang mengungkapkan keprihatinannya mengenai kedekatan hubungan Jakarta dengan Beijing."

Dari sisi ekonomi, Indonesia lebih condong ke China dari pada negara Barat.

Di luar negeri, banyak orang di Indonesia yang diam-diam merasa jengkel dengan aspek-aspek kebijakan AS.

Bagi AS, China mungkin tak bisa dipercaya dan merupakan ancaman keamanan.

"Namun, dari sudut pandang banyak orang di Indonesia, China berhasil melaksanakan investasi ekonomi meskipun sering kali terlambat atau melebihi anggaran," kata Myers.

(***)