Menu

Studi: Obesitas pada Masa Kanak-kanak Terkait dengan Lebih dari 2 Kali Lipat Risiko Multiple Sclerosis

Amastya 29 Mar 2024, 19:29
Penulis studi associate professor Emilia Hagman, dan Profesor Claude Marcus, mencatat bahwa obesitas pada masa kanak-kanak memicu peradangan kronis, kemungkinan meningkatkan risiko MS dan penyakit lainnya /net
Penulis studi associate professor Emilia Hagman, dan Profesor Claude Marcus, mencatat bahwa obesitas pada masa kanak-kanak memicu peradangan kronis, kemungkinan meningkatkan risiko MS dan penyakit lainnya /net

RIAU24.COM - Sesuai studi baru, anak-anak obesitas mungkin berada pada risiko yang lebih besar, hampir lebih dari dua kali lipat terkena multiple sclerosis (MS) dibandingkan dengan orang dewasa.

Penelitian sebelumnya telah menyarankan hubungan antara risiko Multiple Sclerosis pada masa remaja dan indeks massa tubuh yang tinggi (BMI).

Namun, menurut The Guardian, studi ini bersifat retrospektif dalam desain dan hanya mengandalkan data yang dilaporkan sendiri.

Studi baru oleh para peneliti dari Institut Karolinska di Stockholm, Swedia di sisi lain berusaha untuk secara prospektif menilai risiko pengembangan MS dalam kelompok besar anak-anak obesitas dibandingkan dengan populasi umum.

Untuk ini, para ilmuwan menggunakan data dari Swedish Childhood Obesity Treatment Register, juga dikenal sebagai Boris, yang kebetulan menjadi salah satu pendaftar terbesar untuk pengobatan obesitas anak secara global.

Mereka memeriksa informasi lebih dari 21.600 anak-anak dengan obesitas berusia antara dua dan 19 tahun.

Halaman: 12Lihat Semua