Menu

Kasus DBD di RI Nanjak Terus, Angka Kematian Naik 3 Kali Lipat

Devi 26 Apr 2024, 14:09
Kasus DBD di RI Nanjak Terus, Angka Kematian Naik 3 Kali Lipat
Kasus DBD di RI Nanjak Terus, Angka Kematian Naik 3 Kali Lipat

RIAU24.COM - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia masih terus meningkat signifikan. Pemantauan Kementerian Kesehatan RI hingga minggu ke-16 di 2024 tercatat sudah ada 76.132 kasus orang yang terinfeksi DBD.

Tren tersebut meningkat nyaris tiga kali lipat dibandingkan pada periode yang sama di 2023, yakni 25.050 kasus. Kenaikan serupa terjadi di jumlah kasus kematian, pada periode minggu ke-16 di 2023 total orang yang meninggal karena DBD 'hanya' 180, sementara di 2024 meningkat menjadi 540 jiwa.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik dr Siti Nadia Tarmizi merinci lebih lanjut daftar wilayah yang mencatat kasus DBD tertinggi dan kematian terbanyak. Detailnya seperti berikut:

5 Kabupaten/Kota Kasus Tertinggi Tahun 2024

Kabupaten Tangerang: 2.540 kasus
Kota Bandung: 1.741 kasus

⁠Kota Bogor: 1.547 kasus
⁠Kabupaten Bandung Barat 1.422 kasus
⁠Kabupaten Lebak 1.326 kasus


5 Kabupaten/Kota Kematian DBD Tertinggi Tahun 2024

 Kabupaten Bandung: 25 kematian
Kabupaten Jepara: 21 kematian

Kabupaten Subang: 18 kematian
Kabupaten Kendal: 16 kematian
Kota Bekasi: 15 Kematian

dr Nadia sebelumnya menjelaskan kenaikan kasus DBD yang cukup drastis tahun ini disebabkan oleh multi faktor. Salah satunya adalah kesadaran untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di tingkat individu yang relatif masih kurang.

"Pasti PSN-nya pada tingkat masyarakat dan individu atau keluar kurang kewaspadaannya. Selain itu, ini juga dipengaruhi fenomena El Nino dan ada perubahan iklim sehingga ada perubahan musim," ucap dr Nadia kepada detikcom beberapa waktu lalu.

dr Nadia juga menyebut, di sisi lain kesadaran masyarakat akan kesehatan diri juga semakin meningkat. Kondisi ini pada akhirnya membuat deteksi penyakit DBD juga menjadi lebih baik.

"Mungkin kesadaran masyarakat terhadap kesehatan pasca pandemi lebih baik, sehingga bila sakit segera ke fasilitas kesehatan," sambungnya. ***