Usulan Ganti Sistem Pilkada dengan Asimetris
Ilustrasi Pilkada. Sumber: Media Indonesia
RIAU24.COM - Ketua Bidang Organisasi Ikatan Alumni Doktor Ilmu Pemerintahan (Ikadip) IPDN, Achmad Baidowi mengusulkan sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) dilakukan dengan model asimetris atau campur.
Alasannya karena Pilkada saat ini terlalu boros anggaran dan rawan menimbulkan konflik horizontal dikutip dari rmol.id, Senin, 28 Juli 2025.
Baca juga: Bahlil Pilih Main Aman Soal Pilpres 2029
Tambahnya, jika sistemnya disederhanakan, maka akan terjadi penghematan dan anggarannya bisa dialokasikan untuk pembangunan.
Anggaran pilkada 2024 menghabiskan Rp41 triliun.
"Angka tersebut belum termasuk biaya politik yang dikeluarkan masing-masing kandidat," tambahnya.
Menurutnya, tidak ada perintah pelaksanaan pilkada secara langsung dalam konstitusi, yakni UUD 1945.