Rocky Gerung Didepan Jenderal Polri Singgung soal Parcok, Fufufafa dan soal Ijazah Palsu
Ucapan itu kembali memancing tawa audiens, sekaligus mempertegas kritiknya tentang pentingnya arah baru dalam peran Polri di tengah isu global seperti krisis lingkungan.
Dari Reformasi ke Transvaluasi
Rocky tak berhenti pada kritik institusional. Ia memperluas wacananya dengan menyebut perlunya transvaluasi nilai, meminjam istilah filsuf Jerman Friedrich Nietzsche.
“Setelah reformasi, kita terlambat bicara transformasi. Dan kini, di era global yang penuh turbulensi, kita justru ditantang melakukan transvaluasi: meninjau ulang semua nilai. Supremasi sipil, demokrasi, bahkan cara kita berargumen, semuanya harus diperbaharui,” ucapnya.
Ia menyebut, perubahan nilai ini penting agar Polri tidak hanya menjalankan fungsi administratif, melainkan ikut membangun fondasi demokrasi.
Rocky kembali menggarisbawahi bahwa demokrasi hanya bisa berkembang dari ruang debat yang sehat.