Massa Geruduk KPK Serukan Tangkap dan Adili Jokowi, Rocky Gerung: Isu Ini Bakal Hidup hingga 2029
Pertemuan Jokowi dan Abu Bakar Ba’asyir
Situasi politik semakin ramai diperbincangkan setelah muncul kabar pertemuan Jokowi dengan Abu Bakar Ba’asyir, tokoh Islam yang pernah terlibat kontroversi. Rocky menilai, pertemuan ini menimbulkan tafsir ganda di kalangan masyarakat.
“Publik bisa menafsirkannya sebagai langkah rekonsiliasi antara Jokowi dengan kelompok Islam yang selama ini berseberangan, atau hanya sekadar pencitraan untuk mendapatkan perlindungan kultural. Bagaimanapun, ideologi politik Islam tidak bisa dihapus, ia akan selalu hadir dalam percakapan publik,” kata Rocky.
Ia menegaskan, meskipun Ba’asyir bukan bagian dari partai politik Islam, sosoknya tetap memiliki bobot simbolik. Pertemuan dengan Jokowi karenanya mengandung makna politik yang tidak sederhana.
Rocky juga menyinggung perubahan susunan kabinet pada awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah figur yang selama ini dianggap dekat dengan Jokowi kehilangan posisi strategis, seperti Kepala BIN Budi Gunawan yang dikenal sebagai figur dekat dengan Megawati Soekarnoputri, serta Erick Thohir yang digeser dari kursi Menteri BUMN.
“Perubahan-perubahan ini tidak bisa hanya dibaca sebagai langkah teknis. Ada transaksi politik, ada diplomasi kekuasaan. Hilangnya nama Budi Gunawan, misalnya, bisa ditafsirkan sebagai upaya Jokowi menjaga relasi dengan Prabowo,” ujar Rocky.