Menu

Politik Uang Masih Nodai Pelaksanaan Pilkada di Indonesia

Azhar 8 Jan 2026, 21:15
Ilustrasi politik uang. Sumber: KPU
Ilustrasi politik uang. Sumber: KPU

RIAU24.COM - Ketua Komisi II DPR RI, M Rifqinizamy Karsayuda menyangkan praktik politik uang (money politics) yang tak berkesudahan dari Pemilihan kepala daerah (pilkada) di Indonesia.

Hal ini berkaca dari berbagai survei, dimana lebih dari 70 persen pemilih menentukan pilihan karena faktor pemberian uang atau bantuan material, dikutip dari rmol.id, Kamis, 8 Januari 2025. 

"Ada tiga klaster alasan pemilih memilih kepala daerah. Klaster pertama, lebih dari 70 persen memilih karena uang, apakah itu uang tunai, sembako, dan seterusnya," sebutnya.

Klaster kedua, pemilih memilih berdasarkan program kerja. 

Itu umumnya menguntungkan petahana karena masyarakat sudah melihat kinerja selama lima tahun (Pilkada langsung).

Sementara itu, klaster ketiga adalah memilih karena faktor popularitas kandidat.

Halaman: 12Lihat Semua