Menu

Diduga Akibat Riwayat Penyakit, Pria Ditemukan Meninggal di Parit Kandis

Lina 16 Jan 2026, 10:31
Diduga Akibat Riwayat Penyakit, Pria Ditemukan Meninggal di Parit Kandis
Diduga Akibat Riwayat Penyakit, Pria Ditemukan Meninggal di Parit Kandis

RIAU24.COM - Siak — Warga Kampung Belutu, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria berinisial S (30) di sebuah parit di Jalan Sei Leko, Dusun Garut, RT 003 RW 001, Kamis (15/1/2026). Penemuan tersebut dilaporkan sekitar pukul 17.00 WIB.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Morten Sijabat, pemilik toko pupuk di sekitar lokasi. Saksi mengaku mencium bau menyengat dari arah parit. Saat dilakukan pengecekan, ia melihat sebuah alat semprot rumput tergeletak di dalam parit dan mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, namun saksi memilih melaporkannya terlebih dahulu kepada ketua RT setempat sebelum diteruskan ke pihak berwenang.

Bidan Desa Belutu, Ardelena Sinthiya Ginting, yang datang ke lokasi, menjelaskan bahwa korban merupakan warga yang telah lama menjalani perawatan. Berdasarkan keterangan keluarga, almarhum memiliki riwayat penyakit epilepsi sejak kecil serta gangguan kejiwaan sejak tahun 2024, dan tercatat telah dua kali menjalani perawatan di rumah sakit jiwa.

Sekitar pukul 17.14 WIB, jenazah korban dievakuasi dari parit dan dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga yang diwakili oleh abang ipar korban, Sugiono, menyatakan menolak dilakukan otopsi, dengan pertimbangan kondisi medis almarhum yang telah lama diketahui keluarga.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polsek Kandis langsung melakukan sejumlah langkah kepolisian, di antaranya olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, serta pendokumentasian kejadian.

Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan duka cita sekaligus menegaskan komitmen kepolisian dalam memastikan kejelasan peristiwa tersebut.

“Kami turut prihatin atas kejadian ini. Kepolisian menghormati keputusan keluarga yang menolak otopsi, namun penyelidikan tetap kami lakukan untuk memastikan tidak terdapat unsur tindak pidana,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kapolsek Kandis Kompol H. Herman Pelani, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya akan menangani kasus ini secara profesional dan transparan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” ungkapnya.

Langkah Kepolisian

Dalam penanganan kasus ini, polisi telah:

Melakukan olah TKP

Memeriksa saksi-saksi

Menyusun laporan kejadian

Mengajukan permintaan visum jenazah

Seluruh langkah tersebut dilakukan guna memastikan bahwa peristiwa ini tidak berkaitan dengan tindak pidana.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban telah memutuskan untuk segera memandikan dan menguburkan jenazah sesuai adat dan ketentuan setempat. Situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif.(Lin)