Menu

Bukti Penjaga Perdamaian PBB Tak Lagi Dihormati

Azhar 30 Mar 2026, 22:19
Gugurnya satu prajurit TNI. Sumber: riwara.ID
Gugurnya satu prajurit TNI. Sumber: riwara.ID

RIAU24.COM - Analis Politik dan Militer Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting menilai peristiwa gugurnya satu prajurit TNI dan lukanya beberapa personel lainnya dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akibat serangan Israel di Lebanon menjadi alarm keras bahwa pasukan penjaga perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak lagi kebal dari eskalasi konflik modern.

Padahal, pasukan penjaga perdamaian merupakan simbol netralitas, pelindung stabilitas, dan perpanjangan tangan komunitas internasional untuk mencegah konflik meluas, dikutip dari rmol.id, Senin, 30 Maret 2026.

"Ketika mereka menjadi korban, yang terluka bukan hanya personel militer, tetapi juga legitimasi sistem keamanan global. Pertanyaannya: bagaimana Indonesia harus merespons?" ujarnya.

Menurutnya yang harus dilakukan pertama kali yakni memberikan penghormatan kepada prajurit yang gugur.  

"Indonesia tidak boleh memposisikan insiden ini sebagai risiko biasa dari penugasan luar negeri," ujarnya.

Ada perbedaan mendasar antara risiko tempur dan pelanggaran terhadap pasukan penjaga perdamaian. 

Halaman: 12Lihat Semua