Menu

Pendidikan Berbasis Kasih Sayang, Afni Zulkifli Buka Pelatihan KBC

Lina 16 Apr 2026, 15:45
Pendidikan Berbasis Kasih Sayang, Afni Zulkifli Buka Pelatihan KBC
Pendidikan Berbasis Kasih Sayang, Afni Zulkifli Buka Pelatihan KBC

RIAU24.COM - SIAK – Bupati Siak, Afni Zulkifli, mendorong para guru Raudhatul Athfal (RA) untuk menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam proses pembelajaran guna membentuk karakter generasi sejak usia dini.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka pelatihan KBC bagi guru RA se-Kabupaten Siak yang digelar di Balairung Datuk Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat, Kamis (16/4/2026).

Menurut Bupati Afni, peran guru RA sangat strategis dalam meletakkan fondasi peradaban anak-anak di masa depan. Ia menilai pendidikan usia dini harus dibangun dengan pendekatan yang menyentuh hati dan penuh kasih sayang.

“InsyaAllah, guru RA adalah orang-orang yang meletakkan peradaban anak-anak kita ke depan, menciptakan generasi yang saleh dan salehah, serta mampu mewujudkan negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujarnya.

Ia menyambut baik penerapan Kurikulum Berbasis Cinta yang menekankan tiga unsur utama, yakni cinta kepada Allah dan Rasul, cinta kepada sesama, serta cinta terhadap alam, lingkungan, dan tanah air.

“Saya menyambut baik kurikulum ini. Ilmu yang ibu-ibu ajarkan insyaAllah menjadi amal jariyah hingga akhirat. Mari kita jaga dunia pendidikan kita,” tambahnya.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh PD IGRA Kabupaten Siak bersama Kelompok Kerja RA ini mengusung konsep workshop deep learning yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru RA di seluruh Kabupaten Siak.

Pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta dinilai efektif karena menempatkan kasih sayang sebagai dasar pembelajaran, bukan tekanan atau paksaan. Dengan metode ini, anak-anak diharapkan dapat tumbuh optimal dalam suasana yang nyaman, lembut, dan penuh keteladanan.

Bupati Afni juga mengapresiasi sinergi antara IGRA dan Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan RA, serta mendorong para guru untuk terus mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan.

Sementara itu, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Syaifuddin, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting dalam meningkatkan kapasitas guru RA.

“Kami berharap materi yang diperoleh dapat dipahami secara utuh dan diimplementasikan dalam proses pembelajaran di masing-masing lembaga,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman karakter anak serta penerapan metode pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, inovatif, dan dilandasi dengan rasa cinta.

Ketua PD IGRA Kabupaten Siak menambahkan, pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai 16 hingga 17 April 2026, diikuti oleh 103 peserta dari 29 lembaga RA se-Kabupaten Siak. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari luar daerah dan didukung melalui swadaya organisasi serta partisipasi para guru.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan teknis, pembentukan kelompok belajar, serta penyusunan agenda pelatihan guna memastikan implementasi konsep deep learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dapat berjalan optimal di masing-masing satuan pendidikan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru RA mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan melahirkan generasi emas yang cerdas, berkarakter, serta berakhlak mulia.(Lin)