Usulan Larangan Sepeda Motor Bensin Mengancam Duopoli Kendaraan Roda Dua di Indonesia
Pengamat otomotif Bebin Djuana mengatakan pengendara di Indonesia tetap sangat loyal kepada merek-merek Jepang yang sudah mapan, sementara penawaran kendaraan listrik yang ada belum mampu meyakinkan pembeli di pasar massal.
“Yamaha telah beberapa kali memamerkan model listrik tetapi belum menjualnya secara komersial. Honda telah memperkenalkan model listrik, tetapi harganya masih tinggi dan jangkauannya terbatas, sehingga kurang menarik,” katanya.
Dia menambahkan bahwa para produsen mungkin memiliki kapasitas untuk memproduksi jutaan sepeda motor setiap tahunnya, tetapi masih belum jelas apakah mereka memiliki model EV terjangkau yang siap untuk produksi massal.
Pemerintah juga mengejar target ambisius lainnya: mengubah 120 juta sepeda motor bensin yang ada menjadi kendaraan listrik dalam waktu lima tahun.
Fahmy Radhi, seorang analis energi di Universitas Gadjah Mada, mengatakan bahwa tujuan tersebut tidak realistis dalam kondisi saat ini. Bengkel konversi masih terbatas, infrastruktur pengisian daya jarang tersedia di luar pusat kota besar, dan banyak konsumen masih lebih menyukai sepeda motor bensin karena nilai jual kembalinya yang lebih tinggi.