Bimtek Kehutanan Digelar di Siak, KTH Didorong Lebih Mandiri
“Yang paling penting dalam sektor agraria adalah adanya pendamping, yakni orang yang benar-benar memahami persoalan kehutanan,” tegasnya.
Bupati Afni juga mengajak seluruh pihak, termasuk kementerian terkait, lembaga non-pemerintah (NGO), serta perusahaan yang memiliki kemitraan dengan masyarakat, untuk terus berkolaborasi dalam memberikan pembinaan dan pendampingan.
“Saya memohon kepada kita semua untuk berkolaborasi. Kepada perusahaan yang telah bermitra dengan masyarakat, tolong masyarakatnya dibina, dilindungi, dan didorong agar menjadi mandiri,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dijelaskan bahwa areal PBPH merupakan kawasan hutan, baik lindung maupun produksi, yang diberikan kepada pelaku usaha untuk pemanfaatan hasil hutan kayu maupun non-kayu, jasa lingkungan, hingga pemanfaatan kawasan berbasis multiusaha kehutanan dengan prinsip pengelolaan lestari.
Di akhir kegiatan, Bupati Siak menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin serta mengingatkan kelompok tani yang telah memperoleh izin agar memanfaatkan peluang tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas KTH dan masyarakat sekitar hutan semakin meningkat, sehingga mampu mengelola sumber daya hutan secara bijak, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.(Lin)