Menu

Meski Cuaca Terik dan Fasilitas Terbatas, Jemaah Haji Siak Tetap Khusyuk di Arafah

Lina 26 May 2026, 14:11
Meski Cuaca Terik dan Fasilitas Terbatas, Jemaah Haji Siak Tetap Khusyuk di Arafah
Meski Cuaca Terik dan Fasilitas Terbatas, Jemaah Haji Siak Tetap Khusyuk di Arafah

RIAU24.COM - MAKKAH — Jemaah haji asal Kabupaten Siak yang tergabung dalam Kloter BTH 12 kini telah berada di Arafah untuk menjalani wukuf, rangkaian paling sakral sekaligus puncak dari seluruh pelaksanaan ibadah haji.

Dengan penuh kekhusyukan, para jemaah mulai mempersiapkan diri menyambut momentum spiritual yang dinanti sejak keberangkatan dari tanah air.

Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Siak, dr. Atika Rifiani, mengatakan seluruh rombongan tiba dengan selamat di Tenda Maktab 85, Arafah, setelah menempuh perjalanan dari Makkah pada Senin (25/5/2026).

Kloter BTH 12 sendiri berjumlah 440 jemaah yang terdiri dari 226 perempuan dan 214 laki-laki, termasuk di dalamnya 257 jemaah asal Kabupaten Siak.

“Alhamdulillah, jemaah haji kita semua dalam kondisi stabil. Saat ini kami sudah berada di Arafah,” ujar dr. Atika Rifiani, Selasa (26/5/2026).

Sebelum keberangkatan menuju Arafah, tim kesehatan terlebih dahulu memberikan edukasi kepada para jemaah terkait persiapan menghadapi fase Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Petugas juga membagikan masker dan oralit serta mengingatkan pentingnya menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.

“Satu jam setelah armada bus tiba di hotel tempat jemaah menginap di Makkah, rombongan langsung diberangkatkan menuju Arafah dan tiba sekitar pukul 13.30 waktu Arab Saudi,” jelasnya.

Sesampainya di Arafah, para jemaah langsung menempati tenda yang telah disediakan. Mereka menerima makan siang, buah, jus, air mineral, serta paket konsumsi untuk kebutuhan selama berada di Arafah dan Mina.

Menjelang malam, suasana di dalam tenda berlangsung khusyuk. Jemaah melaksanakan salat Magrib dan Isya berjamaah sambil memperbanyak doa dan persiapan batin menyambut wukuf.

Di tengah padatnya aktivitas dan suhu udara yang cukup terik, sebagian besar jemaah dilaporkan mengalami batuk dan pilek ringan. Meski demikian, kondisi kesehatan secara umum masih terkendali dan terus dipantau oleh tim medis.

Seorang jemaah lanjut usia kategori risiko tinggi (risti) bahkan sempat mengalami demam tinggi menjelang waktu Magrib. Namun berkat penanganan cepat dari petugas kesehatan, kondisi jemaah tersebut kini berangsur membaik.

“Alhamdulillah, saat ini demamnya sudah teratasi, kondisi jemaah stabil dan sudah mau makan kembali,” terang dr. Atika.

Selain tantangan kesehatan akibat cuaca panas, para jemaah juga menghadapi keterbatasan fasilitas di Arafah. Antrean panjang di kamar mandi dan toilet terjadi karena digunakan bersama beberapa kloter lain.

Pasokan air untuk kebutuhan mandi dan berwudhu juga dilaporkan kurang lancar. Kondisi tersebut turut dirasakan jemaah disabilitas karena fasilitas khusus pengguna kursi roda berada cukup jauh dari lokasi tenda.

Meski menghadapi berbagai tantangan, semangat para jemaah untuk menjalani ibadah tetap tinggi. Mereka terus berupaya menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Usai menjalani wukuf di Arafah, para jemaah dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah untuk mabit sebelum bergerak ke Mina guna menyelesaikan rangkaian ibadah haji berikutnya.(Lin)