Salah Strategi BI Dinilai Menjadi Penyebab Melemahnya Rupiah
RIAU24.COM - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Dolfie Othniel Frederic Palit menyebut Bank Indonesia (BI) sudah salah strategi dalam mengendalikan nilai tukar (kurs) rupiah.
BI dinilai bekerja tidak berpatokan pada fundamental ekonomi, dikutip dari rmol.id, Rabu 17 Juni 2026.
Pendekatan BI selama ini lebih kepada pembatasan pergerakan rupiah di kisaran plus-minus 5 persen.
"Pola ini berpotensi memicu tekanan atau depresiasi terhadap rupiah, yang terakumulasi dalam jangka panjang," ujarnya.
Apabila pelemahan nilai tukar sebesar 5 persen dibiarkan terjadi secara berulang setiap tahun, akan terakumulasi menjadi signifikan. Misalnya, depresiasinya terjadi selama 5 tahun, totalnya menjadi 25 persen.
Bahkan bisa 50 persen jika depresiasi terhadap rupiah terus berulang dalam 10 tahun.