Menu

Salah Strategi BI Dinilai Menjadi Penyebab Melemahnya Rupiah

Azhar 17 Jun 2026, 21:48
Bank Indonesia. Sumber: Bank Sinarmas
Bank Indonesia. Sumber: Bank Sinarmas

RIAU24.COM - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Dolfie Othniel Frederic Palit menyebut Bank Indonesia (BI) sudah salah strategi dalam mengendalikan nilai tukar (kurs) rupiah.

BI dinilai bekerja tidak berpatokan pada fundamental ekonomi, dikutip dari rmol.id, Rabu 17 Juni 2026.

Pendekatan BI selama ini lebih kepada pembatasan pergerakan rupiah di kisaran plus-minus 5 persen. 

"Pola ini berpotensi memicu tekanan atau depresiasi terhadap rupiah, yang terakumulasi dalam jangka panjang," ujarnya.

Apabila pelemahan nilai tukar sebesar 5 persen dibiarkan terjadi secara berulang setiap tahun, akan terakumulasi menjadi signifikan. Misalnya, depresiasinya terjadi selama 5 tahun, totalnya menjadi 25 persen. 

Bahkan bisa 50 persen jika depresiasi terhadap rupiah terus berulang dalam 10 tahun.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman membantah pandangan tersebut. 

Dia mengatakan, kebijakan nilai tukar yang diterapkan BI tidak semata-mata berfokus kepada pengendalian volatilitas pasar.

"Menjaga stabilitas nilai tukar merupakan bagian dari mandat BI untuk mempertahankan stabilitas makroekonomi dan mengendalikan inflasi," sebutnya.

Nilai tukar yang bergerak jauh dari fundamental ekonomi, justru dapat mengganggu kestabilan harga di dalam negeri. 

Sehingga, penentuan nilai tukar fundamental didasarkan pada sejumlah indikator ekonomi.