Festival Seni Budaya Melayu Riau Perkuat Pewarisan Tradisi di Negeri Istana
Menurut Afni, budaya Melayu bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga perlu terus dihidupkan melalui kreativitas dan keterlibatan generasi muda agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Festival Seni Budaya Melayu Riau terselenggara melalui kolaborasi Anggota Komisi X DPR RI, Karmila Sari, bersama Rumah Sunting binaan Kunni Masrohanti, dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya memerlukan kerja bersama berbagai pihak, sekaligus membuka ruang kreativitas bagi komunitas seni dan budaya di Kabupaten Siak.
Sebanyak 13 kelompok seni dan sanggar budaya tampil membawakan beragam pertunjukan, mulai dari kompang, silat, tari tradisi, musikalisasi puisi hingga teater yang mengangkat pesan tentang hubungan manusia dengan alam serta pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Melayu.
Ketua penyelenggara, Kunni Masrohanti, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana pewarisan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kepada generasi penerus.
"Ini bukan hanya proses pelestarian budaya, tetapi juga proses pewarisan tradisi dan kearifan lokal dari generasi sebelumnya kepada anak-anak serta cucu-cucu kita hari ini," ujarnya.