Menu

Rezeki yang Tak Selalu Wangi: Perjalanan Mahyin Mengubah Limbah Sapi Menjadi Harapan Keluarga

Devi 28 Oct 2025, 10:39
Rezeki yang Tak Selalu Wangi: Perjalanan Mahyin Mengubah Limbah Sapi Menjadi Harapan Keluarga
Rezeki yang Tak Selalu Wangi: Perjalanan Mahyin Mengubah Limbah Sapi Menjadi Harapan Keluarga

Rutinitas itu telah menjadi bagian dari hidupnya.

Di sudut bangunan sederhana itu, tumpukan kohe—sebutan warga untuk kotoran sapi—menunggu giliran diproses. Limbah tersebut dikumpulkan, ditimbang, lalu dicampur dengan dedak dan bahan pengurai alami. Selanjutnya, campuran itu difermentasi selama dua bulan dengan proses pengadukan berulang sebelum dijemur, dihaluskan, dan dikemas menjadi pupuk siap pakai.

"Selama dua bulan bisa tujuh sampai delapan kali diaduk. Setelah itu baru disaring, dijemur, digiling, lalu dikemas. Semua masih dikerjakan dengan tenaga manusia," kata Mahyin.

Pekerjaan itu memang jauh dari kesan mewah. Tangannya nyaris tak pernah lepas dari lumpur, sementara aroma limbah selalu melekat pada pakaian yang dikenakannya. Namun, setiap karung pupuk yang berhasil diproduksi menjadi bukti bahwa kerja keras mampu mengubah sesuatu yang dianggap tak berguna menjadi sumber kehidupan.

Mahyin masih mengingat masa ketika dirinya dan beberapa warga hanya mencoba-coba mengolah limbah sapi yang menumpuk di sekitar kandang. Saat itu, tak banyak yang percaya kotoran ternak bisa menghasilkan nilai ekonomi.

Kini keadaannya berubah.

Halaman: 123Lihat Semua